KEDIRI, JP Radar Kediri- Banyak kasus perawatan wajah yang berakibat buruk. Produk yang dipromosikan bagus ternyata justru bikin rusak. Karena itulah tahun ini ada kecenderungan masyarakat mencari perawatan yang tak berisiko.
Seringnya muncul kasus overclaim-produk yang disebut baik tapi ternyata justru merugikan-membuat masyarakat menjadi lebih waspada.
Ketika melakukan perawatan wajah mereka, terutama para perempuan, lebih berhati-hati. Intinya, mereka ingin mencari perawatan yang aman.
“Tahun ini tren kecantikan fokus ke (perawatan) kulit sehat dan aman,” terang dr Dian Rachmania, pemilik klinik kecantikan Amazeglam.
Sebenarnya, tren seperti itu sudah mulai berlangsung di akhir tahun lalu. Dan akan kian marak sepanjang tahun ini. Perempuan tidak lagi memilih memutihkan wajah secara ekstrem.
Melainkan memilih memiliki kulit sehat dan aman.
“Apalagi setelah banyak overclaim, banyak produk skin care yang katanya bagus ternyata malah bikin rusak,” terangnya.
Menurut dokter yang telah memiliki empat anak ini, perawatan kulit sehat dan aman fokusnya pada kulit wajah agar terlihat bersinar.
Berbeda dengan wajah putih yang sering masih ada bercak kemerahan, kering, dan warna berbeda dengan kulit leher maupun tangan.
“Kulit bersinar ini kondisinya tidak kusam. Tidak putih yang seperti tidak sehat,” jelas dr Dian. Untuk mendapatkannya, treatmen yang dilakukan adalah sintetik easy glow.
Membuat kulit wajah glowing secara instan. Saat tekena pantulan cahaya kulit akan terlihat bersinar.
Selain itu ada collagen stimulator.
Teknik perawatan wajah dengan tujuan memperbanyak kolagen secara alami. Yang diberikan melalui injeksi.
Kebanyakan yang melakukan perawatan model ini adalah yang berusia lebih dari 30 tahun. Ketika kolagen sudah menurun.
Dian menambahkan, jika ingin memiliki kulit wajah yang terlihat bersinar, harus disertai pula dengan pengaturan pola makan.
Yang dikonsumsi juga harus bergizi. Karena kandungan gizi pada makanan ini juga memengaruhi tampilan kulit wajah.
“Untuk menghasilkan kulit sehat, dari segi makanan, hindari yang memicu produksi kelenjar minyak,” saran Dian.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita