Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hanya Lulusan SD, Pria Asal Kediri Ini Sukses Bikin Miniatur Truk dengan Remote Control

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 2 Januari 2025 | 17:13 WIB
KREATIF: Rifan REATIF: Rifan Efendi merakit fendi merakit miniatur truk miniatur truk di rumahnya. di rumahnya. Yang memang membedakan karyanya adalah  keberadaan remote control yang  memudahkan.
KREATIF: Rifan REATIF: Rifan Efendi merakit fendi merakit miniatur truk miniatur truk di rumahnya. di rumahnya. Yang memang membedakan karyanya adalah keberadaan remote control yang memudahkan.

JP Radar Kediri - Rifan Efendi memandangi miniatur truk yang ada di depannya. Di bangunan sederhana di sebelah rumahnya, dia melepas beberapa bagian.

Kemudian memasang kembali. Terutama di bagian kabin. Beberapa kali dia melepas-pasang pernik-pernik interior kabin truk mainan yang telah dia buat bebeberapa bulan sebelumnya ini.

“Harus dibuat semirip mungkin dengan aslinya,” ucap pria yang dipanggil Rifan itu.

Beberapa saat kemudian, tangan warga Dusun Gilang, Desa Plosorejo, Kecamatan Gampengrejo itu mengambil lembaran ampelas. Setelah itu menggosok beberapa sisi di bagian interior kabin.

Rifan memang dikenal sebagai perajin miniatur truk. Tapi bukan sekadar miniatur biasa.

Melainkan lengkap dengan penggerak jarak jauh, remote control. Kualitas karyanya banyak yang mengakui.

Mulai kolektor hingga dealer truk atau perusahaan karoseri yang menyiapkan suvenir bagi konsumennya.

“Paling mahal bisa Rp 16 juta,” aku pria kelahiran 1995 ini.

Harga mahal itu, menurutnya, setara dengan tingkat kerumitan. Juga dengan fitur-fiturnya.

"Ada suara truknya segala,” jelasnya, mengurai kelebihan karyanya yang berharga mahal.

Namun, ada pula yang cuma Rp 5 juta hingga Rp 7 jutaan. Itu untuk miniatur tanpa mesin. Dengan skala 1 : 16 hingga 1 : 20. Bila lebih kecil lagi bisa sampai Rp 9 jutaan.

Menariknya, Rifan tak memilih galur seniman. Dia tak memiliki garis keturunan seperti itu. Pun, dia juga hanya  pemilik ijazah sekolah dasar.

“Dulu hanya pernah menang lomba menggambar, saat masih SD,” akunya.

Sebenarnya, dia sempat mencicipi pendidikan menengah, di SMP. Tapi, ketika kelas VII dia keluar. Memilih kerja di buruh membuat cetakan roti home industri, sebagai buruh cetak roti.

Namun, karena bosan, pekerjaan yang dia geluti pada 2014 itu ditinggalkan.

Dia kemudian beralih membuat sangkar burung. Belajarnya otodidak, melihat sangkar yang sudah jadi.

Dan, dia pun sempat kebanjiran pemesan. Tak hanya sangkar burung, saat itu dia juga banyak menerima order membuat lukisan kaligrafi.

Tapi, petaka itu datang. Ada pandemi Covid 19. Orderannya pun turun sangat drastis. Nyaris tidak ada sama sekali.

Bukan Rifan bila kemudian menyerah. Dia kemudian memutar otak. Ide kreatifnya muncul saat melihat banyak warga yang lagi gandrung miniatur truk sound system.

Truk mainan yang dipasangi pengeras suara itu kemudian ditarik berkeliling desa.

Meskipun tak punya pengalaman Rifan nekat membuat truk mainan berbahan kayu itu. Hasilnya, dia juga sempat banjir pesanan.

Tapi, dia tak benar-benar puas. Faktornya, selain saingan pembuatnya banyak sehingga harus berebut konsumen, dia juga tak puas dengan hasil akhir karyanya.

“Karena berbahan kayu, hasilnya tidak fleksibel. Tak bisa diatur sesuai keinginan,” dalihnya.

Kebetulan dia bergabung dengan grup komunitas miniatur di media sosial. Dan melihat ada yang mem-posting miniatur pabrikan. Dia pun berusaha untuk meniru.

Otak kreatifnya langsung terpacu ketika melihat paralon bekas. Pipa dari bahan polivinil clorida (PVC) itu diolahnya hingga menjadi lembaran.

Dijadikan bahan baku miniatur truk. Tentu, tak langsung berhasil. Tapi, berkat kegigihannya, dia akhirnya menemukan cara membuat yang benar-benar mirip dengan asli.

“Kuncinya adalah memperhatikan skalanya,” ucapnya.

Hasilnya, dia berhasil membuat bagian kepala truk. Di-posting di YouTube, langsung ada yang berminat. Serta minta dibuatkan yang full body.  

Setelah itu, dia banjir pesanan. Hingga akhirnya dia berusaha meningkatkan kualitas karyanya dengan miniatur ber-remote control.

Pengendali jarak jauhnya dia pesan dari komunitas. Sedangkan mesin penggerak dia gunakan dinamo dari mesin bor.

Beli alat bor baru yang hanya untuk dibongkar dan diambil dinamonya. Kemudian dipasang di miniatur secara manual.

Meskipun hanya miniatur, Rifan memerlukan melakukan riset. Melihat secara detil bagian-bagian truk.

Mulai dari bodi hingga interior. Bahkan, dia rela ‘menyogok’ sopir dengan rokok agar diperbolehkan melihat secara detil bagian-bagian truk yang disopirinya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #sukses #miniatur truk #remote control #kreatif #jawa pos #modifikasi