Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Di Desa Sidorejo Pare Kediri, Masyarakat Biasa Saling Bantu dan Saling Undang meski Beda Agama

Emilia Susanti • Minggu, 29 Desember 2024 | 16:25 WIB

 

Photo
Photo

JP Radar Kediri - Siti Khodijah sudah lama tinggal di Desa Sidorejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Hidup berdampingan dengan warga desa yang mayoritas adalah pemeluk Kristiani ini.

Selama itu, perempuan 51 tahun ini tak merasa mendapat ganjalan. Tak pernah bersengketa, terutama terkait dengan perbedaan keyakinan.

Bahkan, setiap kali perayaan Natal, dia dan keluarganya diundang hadir.

“Natalan ya diundang. Orang muslim diundang semua. Sekalian-sekalian (suami-istri, Red),” terang wanita yang rumahnya bersebelahan dengan salah satu masjid ini.

Lalu, apakah dia mendatangi undangan tersebut? Menurutnya dia sebenarnya berkeinginan datang.

Namun kebetulan undangan bertepatan dengan waktu salat, Maghrib dan Isya. Toh, dia tetap berterima kasih karena telah diundang.

“Yang penting tetap rukun, saya nggak mengganggu dan mereka tidak mengganggu,” jelasnya.

Ketika Natal seperti sekarang ini, Masjid Nurul Ula-salah satu masjid di desa ini-turut menjadi ramai pada.

Terutama saat 1 Januari. Pasalnya, banyak keluarga dari umat Kristiani yang pulang kampung. Sebagian kerabat itu ada yang beragama Islam. Ketika beribadah memanfaatkan masjid ini.

“Masjid juga ramai banyak pendatang-pendatang,” ungkapnya.

Kerukunan yang terjadi antara warga muslim dan umat Kristiani di Desa Sidorejo ini juga diceritakan oleh Pendeta Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Sidorejo David Prasetyawan.

Khususnya pada ibadah yang dilakukan oleh satu kelompok yang berdekatan dengan masjid. Ibadah itu sendiri biasanya dilakukan Kamis.

“Kami menyebutnya ibadah keluarga. Nah ketika ibadah ini biasanya jam enam atau tujuh (pukul 18.00, Red). Lalu misalnya ada suara azan (Isya), nah itu untuk saling menghormati kami rehat sejenak. Begitu juga dengan saudara muslim, biasanya setelah azan  itu ada lantunan pujian yang panjang. Tapi setiap Kamis mereka hanya azan,” terangnya.

Tak hanya itu, pemasangan lampu-lampu di jalan juga dipasang oleh sebagian warga muslim yang berdekatan dengan Desa Sidorejo.

Saat ada kegiatan perayaan Natal pun, warga yang muslim juga yang akan membantu untuk mengatur parkir. Begitupun juga saat Hari Raya Idul Fitri.

Para pemuda yang beragama Kristen di Desa Sidorejo akan membantu menjaga kendaraan warga muslim yang sedang salat Ied.

“Kalau 1 Januari, saudara muslim juga akan berkunjung ke rumah-rumah. Ketika Idul Fitri, sama juga berkunjung ke rumah-rumah warga yang muslim,” ucapnya.

Untuk diketahui, ada dua masjid yang berdiri di Desa Sidorejo. Adalah Masjid Nurul Ula dan Masjid Nurul Huda.

Kedua masjid ini sama-sama berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari GKJW Jemaat Sidorejo. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #toleransi #pare kediri #Natal 2024 #toleransi antar umat beragama #jawa pos #Sidorejo #kota kediri