Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Peringati 100 Hari Gus Lik, Masyarakat Padati Ponpes Assa'idiyyah Jamsaren Kediri

Ayu Ismawati • Jumat, 27 Desember 2024 | 16:19 WIB
MEMBELUDAK: Jemaah lesehan di sepanjang Jl HOS Cokroaminoto dan Jl Kilisuci untuk berdoa dalam peringatan 100 hari wafatnya Gus Lik tadi malam.
MEMBELUDAK: Jemaah lesehan di sepanjang Jl HOS Cokroaminoto dan Jl Kilisuci untuk berdoa dalam peringatan 100 hari wafatnya Gus Lik tadi malam.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Belasan ribu jemaah kembali membanjiri sejumlah ruas jalan di sekitar Ponpes Assa’idiyyah Jamsaren tadi malam. Memperingati 100 hari wafatnya Kiai Douglas Toha Yahya atau Gus Lik, mereka terlihat khusyuk berdoa sambil duduk lesehan. Untuk konsumsi para jemaah, keluarga menyiapkan 10 ribu talam (baki) nasi yang siap dibagikan.

Untuk diketahui, peringatan 100 hari berpulangnya Gus Lik tadi malam sekaligus bersamaan dengan Pengajian Malam Jumat (PMJ) kemarin.

Untuk memastikan semua jemaah tertampung, polisi menutup Jl Pattimura mulai barat kantor pegadaian.

Penutupan juga dilakukan di Jl Kilisuci dan sepanjang Jl HOS Cokroaminoto tempat Ponpes Assa’idiyyah Jamsaren berada.

Mewakili keluarga, Agus Hamami Faris Idrisa mengatakan, hidangan berupa 10 ribu talam nasi yang dibagikan tadi malam itu sebagai bentuk  mangayubagya kehadiran jemaah.

“Meskipun mungkin nggak maksimal tapi sebisa mungkin kita siapkan yang mungkin bisa kami persiapkan,” kata Gus Faris sembari menyebut pembagian makanan seperti kebiasaan Gus Lik yang saat ngaji memberi makanan untuk jemaah.

Hidangan yang tadi malam dibagikan kepada jemaah itu juga dimasak oleh para jemaah. Bahan makanan yang kemarin diolah juga merupakan sumbangan jemaah Gus Lik.

“Alhamdulillah di 100 hari ini, kami juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk jemaah yang juga ikut selamatan, istilahnya. Ada yang ngirim beras, air mineral, dan lain-lain,” tuturnya.

Sedikitnya, ada 2 ton beras dimasak untuk peringatan 100 hari tadi malam. Hidangan disebar di total 32 titik di lokasi doa bersama.

“Kemarin waktu 40 hari itu hanya 25 titik. Ternyata banyak jemaah yang belum kebagian,” tandasnya.

Untuk menyiapkan hidangan, ada 350 jemaah yang sukarela membantu. Mulai membantu memasak, keamanan, parkir, media, hingga bertanggungjawab atas kebersihan.

“Berasnya kami bagi. Jadi nggak ada yang dimasak di sini. Di-drop beras di titik-titik ini untuk dimasak di beberapa tempat. Sesanggupnya jemaah,” tuturnya.

Doa bersama tadi malam juga masih diwarnai aksi solidaritas dari jemaah.

Yakni, dengan membuka lapak minuman dan makanan ringan untuk dibagikan secara gratis kepada sesama jemaah. Pihak keluarga pun merasa berterima kasih dengan hal itu.

“Saya sangat menyadari, Pak Lik ini kan bukan milik keluarga, bukan milik siapa-siapa. Milik semuanya. Jadi semua ingin ikut selamatan,” jelas Gus Faris.

Momentum peringatan 100 hari tadi malam menurutnya juga jadi  tonggak keberlanjutan PMJ dan Pengajian Malam Rabu (PMR).

“Ini bagian dari meneguhkan lagi sambungan kita kepada beliau. Bahwa kita tetap santri-santrinya beliau,” tegasnya memastikan pengajian rutin Gus Lik akan tetap dilanjutkan. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Ponpes Assaidiyyah #jemaah #jawapos #Gus Lik #Peringati 100 Hari Gus Lik