Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jamu Warga Muslim, Makan dan Peralatan di Gereja Ngancar Kediri Ini Diganti yang Halal

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 26 Desember 2024 | 17:56 WIB

 

Photo
Photo

JP RADAR KEDIRI- Kemeriahan perayaan Natal di desa ini diwarnai nuansa toleransi yang sangat kental. Tak hanya melibatkan umat Kristiani. Juga warga yang beragama lain.

“Di desa ini wujud toleran nomor satu,” ucap pendeta di Gereja Kristen Jawi Wetan Sindurejo Ptd Ida Bagus Rex Riant, bangga.

Perkataan itu bukanlah isapan jempol semata. Setiap Natal, di gereja yang berada di Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar ini menjadi contoh hal tersebut.

Warga yang bukan beragama Kristen saling menghargai. Saling menghormati.

Seperti ketika perayaan malam Natal. Acara yang berlangsung malam sebelum natal (24/12) yang diundang juga warga non-nasrani. Termasuk yang beragama Islam.

Karena melibatkan warga yang beragama Islam, makanan yang dihidangkan pun semuanya halal. Terbebas dari makanan yang diharamkan, seperti babi.

“Dagingnya bukan daging babi. Tapi diganti dengan daging sapi. Demikian pula peralatan masaknya. Semuanya menggunakan peralatan masak yang tidak pernah digunakan untuk memasak babi,” jelas pendeta dengan dua anak ini.

 Baca Juga: Pandangan Praktiksi Pendidikan soal UN dan Guru Hadapi Pesatnya Perkembangan AI

Menurutnya, hal itu untuk menghormati umat Muslim. Apalagi, warga yang beragama Islam pun juga bahu-membahu.

Membantu ketika berlangsung perayaan Natal pada 25 Desember. Seperti di bagian parkir maupun penjagaan.

Wujud toleransi itu juga diperlihatkan oleh umat Islam. Ketika berlangsung perayaan Natal, kumandang azan tidak dikeraskan.

Agar tidak mengganggu kegiatan ibadah umat Kristiani. Sebaliknya, ketika waktu  ibadah umat Islam, kegiatan gereja juga diatur agar tidak mengganggu.

"Saling menghargai penting dilakukan. Agar semua masyarakat bisa rukun," terang laki-laki 55 tahun itu.

Hal serupa juga terlihat di Desa Segaran, Kecamatan Wates. Di desa ini warga Nasrani menjadi mayoritas.

 Baca Juga: Rumah Warga di Puhsarang Kediri Jadi Jujukan Menginap Jemaat Luar Kota

Dari 2018 warga, 1.900-an merupakan penganut Agama Kristen. Walau demikian, warga Muslim dengan Kristiani bisa saling berdampingan.

"Ketika waktu ibadah umat Islam, kami menghargai itu. Tidak mengganggu. Begitulah sebaliknya, saat kami waktunya ibadah, azan waktu salat juga tidak dikencangkan. Dan kami saling mengerti itu," terang Kades Segaran Dwija Kristianta.

Ketika merayakan Natal, umat Kristiani juga mengundang penduduk yang beragama berbeda.

Termasuk umat Muslim. Karena itu, semua hidangan juga menghindari semua yang berbau non-halal.

“Peralatan masak seperti piring dan sendok kami sewa dari desa sebelah. Sedangkan minumannya adalah air minum kemasan,” tegas Dwija. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kristiani #halal #warga muslim #jawapos #Gereja Ngancar