Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Misa Natal, Jemaat GKJW di Kediri Lantunkan Pujian Berbahasa Jawa

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 26 Desember 2024 | 17:57 WIB
sejumlah remaja mengikuti ritual peneguhan sidi yang jadi penanda peralihan masa remaja ke dewasa di GKJW Segaran.
sejumlah remaja mengikuti ritual peneguhan sidi yang jadi penanda peralihan masa remaja ke dewasa di GKJW Segaran.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Perayaan Natal di sejumlah gereja di Kediri Raya kemarin berlangsung meriah dengan kekhasan masing-masing. Jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Segaran, Wates melantunkan pujian berbahasa Jawa dalam peringatan hari lahirnya Yesus Kristus itu. Sedangkan di Gereja Puhsarang, misa juga diisi ritual penyerahan komuni kepada sejumlah jemaat.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, kebaktian di GKJW Segaran kemarin diikuti sekitar 800 jemaat.

Kebaktian juga diisi dengan acara pembaptisan serta peneguhan sidi yang jadi penanda peralihan masa remaja ke dewasa.

“Artinya (setelah ritual peneguhan sidi, Red) mereka sudah bisa diikutkan dalam setiap kegiatan di gereja. Termasuk perjamuan Kudus yang hanya boleh dilakukan orang dewasa,” kata Wakil GKJW Segaran Dwija Kristianta tentang ritual yang diikuti 19 remaja disela-sela kebaktian Natal kemarin.

Seperti kebaktian lainnya, kebaktian Natal di GKJW Segaran kemarin juga diisi dengan pujian berbahasa Jawa krama madya. Musiknya juga menggunakan iringan gamelan.

 Baca Juga: Jamu Warga Muslim, Makan dan Peralatan di Gereja Ngancar Kediri Ini Diganti yang Halal

Dwija menyebut, penggunaan syair Jawa di setiap kebaktian ini sudah berlangsung sejak awal gereja didirikan.

Pujian menggunakan bahasa Jawa tetap dipertahankan sekaligus untuk melestarikan tradisi.

“Dalam ibadah di sini juga ada penggunaan bahasa Jawa,” lanjut pria berusia 50 tahun itu.

Kekhasan lain dari GKJW Segaran adalah acara pembagian lengkong atau nasi bungkus setelah kebaktian. Nasi-nasi tersebut sebelumnya juga dibawa jemaat dari rumah.

“Selesai kebaktian dibagikan lagi kepada jemaat,” terang Dwija.

Lebih jauh Dwija menyebut kemasan lengkong berubah menyesuaikan perkembangan zaman. Jika dulu menggunakan pelepah pisang, kini menggunakan kotak kardus hingga styro foam.

Sementara itu, ratusan jemaat juga mengikuti misa di Gereja Santa Maria Puhsarang, di Desa Puhsarang, Semen, Kabupaten Kediri.

 Baca Juga: Pandangan Praktiksi Pendidikan soal UN dan Guru Hadapi Pesatnya Perkembangan AI

Saking banyaknya jemaat yang mengikuti perayaan ekaristi itu, mereka mengular hingga di depan area gereja.

Dalam misa yang dipimpin oleh Romo Christophorus Tri Kuncoro Yekti, para jemaat mengikuti rangkaian ritual di bangunan yang berdiri sejak 1936 lalu dengan khidmat.

Di gereja Katolik Roma yang sarat dengan unsur Jawa itu, tak sedikit jemaat yang mengenakan setelan kebaya selama prosesi ekaristi. Sisanya mengenakan batik. 

“Semoga di tahun depan selalu dalam keadaan damai dan sejahtera,” harap Ketua Stasi Santa Maria Puhsarang Suwito.

Untuk diketahui, dalam misa Natal di Gereja Puhsarang kemarin juga diisi pembagian komuni berupa roti untuk puluhan jemaat.

Para jemaat yang sudah dibaptis itu langsung maju ke depan disela-sela rangkaian misa.

Berdiri berjajar, jemaat langsung menengadahkan tangan mereka untuk menerima komuni dari Romo Christophorus Tri Kuncoro Yekti.

Secuil roti tanpa ragi itu diterima dengan penuh suka cita, kemudian langsung dimakan oleh jemaat. Selanjutnya, ada puluhan anak-anak yang juga antusias mengikuti ritual pemberkatan.

 Baca Juga: Rumah Warga di Puhsarang Kediri Jadi Jujukan Menginap Jemaat Luar Kota

Pengamatan koran ini, beberapa jemaat tidak langsung meninggalkan kawasan Puhsarang setelah misa selesai.

Sebagian langsung menuju ke Gua Maria Lourdes di belakang kompleks Gereja Santa Maria Puhsarang.

Salah satunya Serly, 40. Jemaat asal Malang itu datang bersama keluarganya. Natal kemarin merupakan kali pertama ibu dua anak itu mengikuti misa di Puhsarang.

“Mumpung liburan jadi sekalian keliling di sini (Puhsarang, Red),” ungkapnya.

Selain Serly, ada ratusan jemaat yang memilih menghabiskan waktu di kompleks Gua Maria Lourdes.

Sebagian tak menyia-nyiakan kesempatan dengan melakukan swafoto di tempat ikonik di lereng Wilis itu. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Pujian Berbahasa Jawa #gkjw #jemaat #jawapos #misa natal