KEDIRI, JP Radar Kediri - Daya pikat Gereja Puhsarang masih tinggi. Yang mengunjungi datang hingga dari luar provinsi. Berkah bagi warga sekitar gereja yang memiliki wisma sewa.
Keberadaan gereja ikonik di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ini juga membawa berkah bagi warga sekitar.
Terutama bagi mereka yang memiliki wisma-wisma atau guest house. Mereka mendapat limpahan rezeki dari para peziarah ataupun pengunjung dari luar kota hingga luar provinsi.
Salah satu yang merasakan itu adalah Agnes Kartiningsih. Wanita ini adalah pemilik salah satu wisma. Tempatnya di sekitar Gereja Puhsarang.
Menjelang Natal seperti saat ini okupansi kamar mengalami peningkatan. Dan, ini merupakan sesuatu yang menggembirakan.
Karena penginapannya sempat tutup selama tiga tahun. Akibat pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.
“Mulai buka lagi itu 2023. Selama setahun itu, agak ramai. Tapi masih sekitar 50 persen saja (kunjungan) dalam setahun,” ujar Agnes.
Berbeda dengan tahun ini. Tren kunjungan sempat fluktuatif. Di hari besar seperti Natal dan tahun baru ini, kuantitas kunjungan masih tak sebanyak tahun-tahun sebelum pandemi.
“Sekarang lumayan ramai. Pokoknya anak sekolah sudah libur. Kalau orang Jawa bilangnya banyu mili,” katanya.
Menurutnya puncak okupansi kamar akan terjadi pada 31 Desember. Seluruh kamar untuk tanggal itu sudah di-booking oleh pengunjung jauh-jauh hari sebelumnya.
“Selama Natal dan tahun baru ini hanya lantai dua yang kami sewakan. Karena yang bawah semua sudah terisi dari keluarga yang datang dari luar kota,” beber perempuan 73 tahun itu.
Perempuan asli Desa Puhsarang itu mengatakan, penyewa lebih banyak wisatawan dari luar provinsi. Khususnya dari Jakarta.
“Justru yang paling ramai penyewa itu waktu Jumat Legi,” tandasnya.
Generasi kedua dari pengelola Wisma Mbah Kung itu mengatakan, pada umumnya penyewa lebih banyak dari rombongan keluarga.
Wismanya yang berada tepat di depan parkir I itu pun kerap menjadi jujukan awal wisatawan.
“Kalau pas ramai dan penuh gitu, biasanya saya arahkan ke wisma lain. Ada beberapa warga sini yang menyewakan kamar juga. Meskipun hanya dua sampai tiga kamar saja,” bebernya.
Meski tren kunjungan mulai meningkat, namun menurutnya perekonomian di sekitar gereja itu belum sepenuhnya pulih pascapandemi.
Termasuk sentra oleh-oleh yang juga masih belum mendapat profit yang signifikan. Termasuk di hari-hari besar seperti Natal.
“Keponakan saya yang jualan oleh-oleh juga merasakan. Sekarang kebanyakan orang cuma lewat saja. Nggak mampir beli-beli. Kalau sakit itu istilahnya belum sembuh total,” terang Agnes.
Wisma milik Agnes itu memang bukan satu-satunya yang beroperasi di tempat ini. Ketua Stasi Santa Maria, Puhsarang, Suwito mengatakan, sedikitnya ada enam wisma yang masih eksis.
Termasuk di antaranya yang berada di kawasan wisata Gereja Puhsarang seperti Wisma Hening St Catharina dan Wisma Bethelhem.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah