Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sutan Riehansyah, Anak Legenda Persik Kediri yang Akan Menimba Ilmu Sepak Bola di Spanyol

Emilia Susanti • Rabu, 18 Desember 2024 | 16:23 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Namanya Muhammad Sutan Riehansyah Arshavin. Teman-temannya memanggilnya Sutan. Usianya masih 15 tahun. Dengan pembawaan sikap yang ramah. Seperti ketika bersalaman, dia sedikit membungkuk. Senyum juga mengembang di bibirnya.

“Posisi saya gelandang bertahan Kak,” ucap remaja yang masih duduk di kelas 10 di salah satu SMA di Sukoharjo, Jawa Tengah ini.

Kala itu Sutan baru saja selesai memperkuat timnya, EPA Persik Kediri U-16, bertanding. Menghadapi PSM Makassar U-16 di ajang EPA Liga 1 (14/12).

Pertandingan itu berlangsung di Kediri Soccer Field, di Dusun Joho, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Lapangan ini memang menjadi home base bagi tim EPA Persik Kediri U-16.

Usianya memang masih sangat belia. Namun, benih-benih bakat sepak bola sudah terlihat jelas. Buktinya, anak tunggal dari mantan pemain Persik era 2000-an Johan Prasetyo ini dipilih oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Belajar sepak bola ke Spanyol tahun depan. Bersama dengan 54 pemain dan 18 pelatih terbaik dalam program EPA Stars Future Program.

“Alhamdulillah terpilih. Seru sih (akan) diajarin orang Spanyol. Tapi, untuk berangkat ke Spanyol-nya masih Maret tahun depan,” kata pengidola gelandang bertahan Manchester City Rodrigo Hernandez Cascante ini.

Sutan layak senang. Karena kesempatan tersebut sangat langka. Bahkan, bagi dirinya yang seorang putera legenda Persik, terbang ke negeri yang jadi salah satu kiblat sepak bola dunia adalah sesuatu yang tidak pernah dia duga. Ditambah lagi, Spanyol adalah negara asal idolanya itu.

"Nggak nyangka juga sebenarnya. Nggak nyangkanya itu bisa berangkat ke Spanyol itu," ujar kelahiran Kota Malang ini.

Meskipun anak seorang pemain sepak bola ternama di Indonesia, bukan berarti jalan Sutan menapaktilasi jejak sang ayah lempang-lempang saja.

Bahkan, mungkin banyak yang tak menduga, bahwa dia pernah dilarang bermain sepak bola oleh orang tuanya. Alasannya, sang ayah sudah merasakan pahit manisnya dunia sepak bola.

“Kalau (kata) orang tua, jangan main sepak bola. Soalnya main bola itu berat. Harus konsisten, harus jaga diri baik-baik,” ucapnya mengulang petuah orang tuanya.

Baca Juga: Sekolah-sekolah Pemenang Green School Mapping Competition: SMPN 3 Kota Kediri Ubah Problem di Lingkungan Sekolah Jadi Inovasi Baru

Toh, motivasinya menjadi pemain sepak bola sudah tak terbendung. Apalagi, sejak usia taman kanak-kanak, dia sudah berinteraksi dengan si kulit bulat.

Ikut sang ayah melatih. Menumbuhkan benih-benih kecintaannya pada olahraga ‘laki-laki’ ini.

“Dulu lihatnya (sepak bola) itu kayak seru,” kenangnya.

Akhirnya, Sutan pun menekuni sepak bola. Ketika masih kelas 2 SD, dia ikut sekolah sepak bola. Namanya, Johan Prasetyo Footbal Academy (JPFA).

Akademi sepak bola milik ayahnya sendiri itu menggunakan lapangan di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri sebagai lokasi latihan.

Sang ayah sendiri, akhirnya, mendukung penuh pilihan anaknya. Bahkan, ketika usia SMP sudah dilepas untuk berlatih ke luar kota.

Bersama beberapa temannya, bergabung dengan Ricky Nelson Academy yang ada di Kota Mojokerto. Rela bolak-balik Kediri-Mojokerto, naik kereta api, demi mengasah keterampilannya menggocek si kulit bulat.  

"Pas SMP itu, Senin (masuk) sekolah. Terus saya Selasa (minta) dispensasi ke Mojokerto latihan. Di sana ada mess. Saya tidur sehari, terus Rabu latihan lagi. Malamnya pulang ke Kediri. Kamis sekolah, Jumat cabut lagi ke Mojokerto sampai Minggu malam," ujarnya, mengisahkan perjuangannya menimba ilmu sepak bola.

Sutan sadar, perjalanannya di dunia sepak bola masih sangat panjang. Dia juga ngugemi petuah orang tuanya. Agar berjalan mengikuti alur yang ada.

Yang pasti, ada satu nilai yang tetap dia pegang terus. Menjadi bekalnya dalam meniti karir. Yaitu karakter kerja keras.

"Oleh orang tua disuruh kerja keras. Salatnya (juga) dijaga. Kan tipikal orang Jawa Timur dicari kerja kerasnya. Jadi jangan sampai hilang karakternya," tandas pemuda yang punya keinginan bermain di klub ibu kota, Persija, ini. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #pemain persik kediri #Sutan Riehansyah #pemain sepak bola #spanyol #EPA Stars Future Program #jawa pos