JP Radar Kediri - Surya Buana bergegas bergegas keluar dari gerbang SMA Negeri 2 Pare, sekolahnya. Sebenarnya, jarum jam masih menunjukkan pukul 11.00.
Namun, hari-hari itu dia dan teman-temannya memang tengah mengikuti ujian akhir semester. Waktu pulangnya pun akhirnya lebih awal dibanding biasanya.
Tapi, langkah remaja kelas 11 ini tak langsung mengarah menuju rumahnya, di Desa Tertek, yang masih masuk wilayah Kecamatan Pare. Melainkan menuju salah kafe yang berjarak 500-an meter dari sekolah.
Di tempat inilah dia menunjukkan hasil karyanya, gambar desain poster. Dari layar gawainya itu terlihat beberapa orang yang beraktivitas.
Ada wanita yang memasak resep olahan ikan. Ada juga pria yang membakar sate ikan lele. Lengkap dengan tulisan berisi ajakan untuk mengonsumsi ikan.
“Ini yang baru menang kemarin,” ucap remaja yang disapa dengan inisial namanya, SB, itu.
Saat mengatakan itu, nada kegembiraan terbaca jelas dari suaranya. Meskipun, bungsu dari pasangan Moch. Mifthakul Huda dan Siti Yainatun ini sempat tak percaya diri dengan hasi karyanya itu.
“Saya sempat bilang ke teman-teman sekelas, kalau kurang percaya diri (dengan karyanya, Red),” aku pelajar yang beberapa kali mengikuti lomba sejenis itu.
Mengapa? “Poster itu saya buat hanya dengan peralatan manual dan sketsa di kertas. Sedangkan peserta lain banyak yang menggunakan gawai,” aku SB.
Saat curhat seperti itu, teman-temannya justru menguatkan. Membesarkan hati SB yang merasa tak maksimal dalam mengerjakan desain poster untuk lomba bertema ‘Konsumsi Ikan Menjamin Kesiapan Generasi Emas Tahun 2025’ tersebut.
Benar saja, karya yang dikerjakan dalam durasi waktu dua minggu tersebut menjadi favorit juri. Mengantarkan menjadi pemenang.
Bagi para juri, poster tersebut sangat mencerminkan gerakan gemar mengonsumsi ikan.
Baca Juga: Inilah Sosok Emil Wahyudiono, Kepala BPS Kota Kediri yang Suka Blusukan ke Pasar dengan Motoran
Sejatinya, SB layak meraih penghargaan ini. Meskipun terkesan sederhana tapi karyanya itu dibuat berdasarkan riset.
Melihat kegiatan apa saja yang dilakukan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kediri.
“(Menggambarkan) orang tua yang memberikan makanan bergizi. Menghasilkan generasi yang mapan,” ungkap pemuda kelahiran 2007 ini.
Kesulitan pun sempat dia rasakan. Dia sempat mengulang gambar mulai awal lagi. Agar saat proses pemberian warna tak terlihat bekas goresan.
Kini, tak piala yang dia dapatkan dari keberhasilan itu. Juga uang tunai yang menjadi hak pemenang.
“Uang pembinaan nanti mau saya buat beli peralatan yang lebih bagus, dan sebagian mau saya tabung,” aku SB.
Keberhasilannya mendapatkan juara pertama ini tidak membuatnya langsung puas.
Pemuda yang bercita-cita meneruskan pendidikanya di jurusan desain komunikasi visual (DKV) Universitas Brawijaya ini ingin berpartisipasi dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta SMA War yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah