Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bocah Penyandang Tunanetra Asal Kediri Ini Punya Segudang Bakat, Jadi Perhatian KSAD Jenderal Maruli Simanjutak

Ayu Ismawati • Senin, 9 Desember 2024 | 16:44 WIB
BERTALENTA: Kenzo (paling kanan) berlatih musik di salah satu studio di Kota Kediri. Bocah penyandang tunanetra ini memiliki banyak bakat.
BERTALENTA: Kenzo (paling kanan) berlatih musik di salah satu studio di Kota Kediri. Bocah penyandang tunanetra ini memiliki banyak bakat.

JP Radar Kediri - Di tengah panggung berkarpet merah itu Kenzo berdiri memegang mik. Suara merdunya melantunkan lagu ‘Ayah-Ibu’. Mengalun merdu dengan iringan seorang musisi yang, berada di bagian pinggir, memainkan electone tunggalnya.

Lagu  milik grup musik Karnamereka terasa lebih menyayat perasaaan. Apalagi, bocah bernama lengkap Kenzo Oktara Ka tersebut bernyanyi dengan sepenuh hati.

Kondisinya yang tunanetra  kian membuat sebagian besar pendengarnya berdiri bulu romanya.

Cerita di atas itu adalah momen ketika bocah 12 tahun ini tampil di hadapan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjutak (31/10) silam.

Ketika berlangsung acara penutupan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Lapangan Tembak Brigif Wira Yudha.

Begitu terkesannya KSAD Maruli, hingga dia memberi hadiah organ kepada sang bocah yang saat itu menampilkan dua lagu itu.

“Alhamdulillah, latihannya nggak susah. Mulai dari 2021,” ucapnya. Menceritakan awal mula dia berlatih menyanyi itu, Kenzo duduk bersila di kursi kayu.

Dengan senyum merekah. Serta gaya bicara yang lugas dan antusiasme tinggi.

Hebatnya, bernyanyi bukan satu-satunya kebisaan anak kedua-dari tiga bersaudara-pasangan Khoirul Huda dan Tutik Andriani ini. Dia juga pandai berenang dan atletik, khususnya di nomor lari.

Bahkan, di renang, Kenzo bisa meraih medali perak dalam ajang Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) pada 2022 silam. Menjadi atlet yang mewakili Kota Kediri.

Sang ayah menceritakan awal anaknya jadi atlet renang. Ketika ikut National Paralympic Committee (NPC) pelatihnya bertanya apa Kenzo takut air? Ternyata, yang ditanya punya minat besar di cabor itu.

“(Belajarnya) dari nol,” sebut Khoirul.

Kenzo pun, oleh pelatihnya tak dianakemaskan. Tetap dilatih seperti atlet yang punya indera lengkap. Bahkan, menurut Khoirul, sang pelatih sampai menangis melihat kegigihan sang bocah.

“Pelatihnya sendiri cerita, waktu awal melatih pulangnya dia menangis. Katanya, (melatih) anak seperti ini tak celup-celupne,” ucap Khoirul mengulang perkataan sang pelatih saat itu.

Kini, Kenzo juga berlatih atletik di nomor lari. Terutama bila tidak sedang berlatih renang atau vokal.

Tubuhnya sempat terluka karena terjatuh. Tapi, justru seakan jadi suplemen.

“Pernah jatuh dua kali di lapangan,” ujar bocah asal Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren ini.

Salah satu sebab dia terjatuh, karena temannya salah memberi instruksi. Karena sebagai pelari tunanetra, dia sangat bergantung dengan aba-aba dari teman lain yang juga ikut berlari.

Kala itu, temannya yang penyandang tuna grahita tersebut menepuk dan memberi tanda belok kanan.

“Padahal harusnya belok kiri. Jadinya, keluar jalur dan terjatuh,” kisahnya pada kejadian yang membuatnya beberapa bagian badannya berdarah itu.

Bukan Kenzo kalau menyerah dengan luka-luka seperti itu. Sebab, cita-cita bocah ini sangat tinggi.

Keinginan yang sudah sewajarnya diimbangi dengan kelayakan fasilitas oleh pemerintah daerah. Yang sayangnya belum sebanding hingga saat ini.

Sebab, baik biaya maupun hal lain masih ditanggung atlet. Tak ada bantuan anggaran dari organisasi maupun pemerintah.

“Kami cuma minta diayomi anak-anak ini. Kalau ada anak yang berprestasi, ya difasilitasi. Mereka kan juga aset daerah,” harap Khoirul.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #KSAD Maruli #KSAD JEND TNI MARULI SIMANJUNTAK #bakat anak disabilitas #tunanetra berprestasi #tunanetra #jawa pos