KEDIRI, JP Radar Kediri- Belum genap seminggu sejak kepulangannya dari Filipina pada Jumat (29/11) lalu, Kopda Bagus Kristiawan sudah kembali bertugas. Tanggung jawabnya sebagai Babinsa Banggle memang menuntut perhatian yang besar.
Apalagi, beberapa hari pasca-pemilihan kepala daerah, dia memang harus memastikan kondisi desa kondusif.
Di hari pertama tugasnya kemarin (03/12), pria kelahiran Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri itu menghadap Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Inf Aris Setiawan.
Dia berbagi kebanggaan setelah menjuarai lomba menembak tahunan ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-32 di Filipina.
Dalam ajang itu, rombongan Indonesia berhasil meraih juara 2 atau runner up.
Sebelumnya, Bagus dan puluhan atlet dari TNI Angkatan Darat (AD) lainnya harus berhadapan dengan prajurit dari 10 negara di ASEAN.
“Di situ ada lima kategori. Pistol putri, pistol putra, senapan, karabin, sama senjata otomatis,” tutur Bagus, ditemui di Koramil 07/Ngadiluwih kemarin.
Bagus tergabung dalam tim kategori karabin. Tembak tempur reaksi cepat dengan jarak sasaran 100 meter.
Tak hanya dituntut piawai menembak, pria berusia 34 tahun itu juga harus bisa melewati berbagai rintangan dengan cepat.
“Ada yang kita lewat jendela atau lewat terowongan. Ada juga yang rintangannya dinding. Semua ada rintangannya,” lanjut bapak satu anak itu mengisahkan detail lomba.
Bagaimana Bagus bisa terpilih mewakili TNI AD se-Indonesia? Rupanya, perjalanan pria yang sekarang berdomisili di Kandat itu sudah dimulai sejak beberapa tahun silam.
Dia mengawali debutnya dalam pertandingan menembak pada 2014 lalu. Yakni, saat dia berpartisipasi di ajang menembak antar-batalyon se-Jawa Timur.
Sepuluh besar dari ajang itu kemudian diikutkan dalam seleksi di tingkat nasional Piala KSAD.
Kembali menorehkan prestasi, karir Bagus langsung melesat hingga dia terpilih mewakili TNI AD di ajang internasional.
“Dari Piala KSAD itu berhasil mengantarkan Kodam V Brawijaya juara 3 di seluruh Indonesia. Dari situ saya mulai dipanggil untuk seleksi menembak ke luar negeri pada 2017,” kenang Bagus.
Pada tahun itu pula dia memulai debutnya di lomba menembak skala internasional. Di tahun pertamanya itu, Bagus berpartisipasi di AARM yang diselenggarakan oleh Singapura sebagai tuan rumah.
“Karena saya petembak (penembak, Red) baru, saya ikut seleksi selama kurang lebih enam bulan di Makopassus. Di situ alhamdulillah dari enam petembak yang dibawa untuk lomba (ke Singapura), saya rangking 4,” bebernya tentang kiprah awal memulai kompetisi antarnegara se-ASEAN itu.
Ajang itu sekaligus mempertemukannya dengan puluhan atlet tembak terbaik. Untuk kategorinya saja di karabin, total ada 40 prajurit yang ikut berkompetisi.
Persiapan matang sudah barang tentu dia dan seluruh anggota timnya siapkan jauh-jauh hari.
Sebelum berangkat ke Filipina, Bagus dan puluhan prajurit lainnya harus mengikuti pelatihan.
Karantina dilakukan selama enam bulan di Markas Kopasus (Makopasus) di Cijantung, Jakarta Timur. Proses latihan yang lama itu juga menjadi salah satu tantangan baginya.
“Enam bulan kita hampir tiap hari ke lapangan tembak terus (untuk latihan). Jadi latihannya lama dan harus jauh dari anak-istri. Karena selama enam bulan saya libur itu cuma dua kali,” urainya.
Belum lagi, waktu libur yang terbatas juga membuat bapak satu anak itu hanya bisa bertemu keluarga selama tiga hari saja.
Namun demikian, perjuangan di awal itu serasa terbayarkan dengan prestasi yang berhasil diraih. Meski belum berhasil jadi juara 1.
“Kalau dibilang hobi ya bukan juga. Karena tentara kan sudah identik dengan menembak. Jadi kita dasari karena mencintai pekerjaan saja,” tandasnya.
Baginya, bisa membawa nama baik Indonesia di kancah internasional merupakan suatu kebanggaan. Jika kembali lolos seleksi tahun depan, dia bertekad memperbaiki perolehan tahun ini.
“Otomatis kalau bisa masuk tim lagi tahun depan, kami perbaiki capaian yang tahun ini. Karena keinginan pimpinan juga memecahkan rekor yang tahun-tahun sebelumnya,” urainya mengenang tahun 2018 lalu saat Indonesia menjadi juara umum setelah memboyong 9 trofi dan 32 emas.
Perolehan itu sekaligus menjadi rekor raihan terbanyak di ajang yang sama.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah