Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemain Bola PON Jatim Asal Kediri Berjuang Sembuh dari Cedera ACL

Emilia Susanti • Jumat, 29 November 2024 | 16:41 WIB
Mohammad Rafael mengikuti fisioterapi setelah mengalami cedera ACL saat PON
Mohammad Rafael mengikuti fisioterapi setelah mengalami cedera ACL saat PON

JP Radar Kediri - Pemuda berperawakan sedang itu berbaring di ranjang klinik fisioterapi, yang berada di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto. Paha kanannya penuh dengan tempelan benda-benda bundar yang terhubung dengan kabel ke alat khusus.

“Alat ini untuk menstimulasi gerakan otot,” terang Alfian Yoga Wiratna, fisioterapis sepak bola yang berada di dekat pemuda tersebut.

Ya, pemuda yang bernama lengkap Mohammad Rafael Ardiwinanta ini memang tengah menjalani  terapi penyembuhan. Setelah dia mendapat cedera anterior cruciate ligament (ACL).

Cedera ini dia dapat saat memperkuat kesebelasan Jawa Timur dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI lalu, di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

Luka yang dia peroleh tersebut relatif berat. Membuatnya tak bisa meneruskan kiprahnya hingga final. Hanya sampai pertandingan kedua babak penyisihan grup.

“Saya berbenturan keras dengan pemain lawan,” kenang sosok yang biasa disapa dengan panggilan Rafael ini, menceritakan lagi insiden yang dia peroleh ketika menghadapi kesebelasan dari Papua Pegunungan tersebut.

Akibatnya, mantan pemain Persedikab di Liga 3 musim 2023/2024 ini  terpaksa menepi. Lutut sulung dari dua bersaudara ini cedera parah.

Tim dokter pun memvonis masa pemulihan bisa sampai delapan bulan. Menjadikannya harus ‘puasa’ dari berbagai kompetisi.

“Buat jalan bisa, tapi nggak bisa buat main,” aku pemain yang berposisi sebagai winger ini.

Cedera itu bukan jadi satu-satunya kesedihan yang didapat pemain ini.

Selain istirahat panjang dari lapangan hijau, dia juga harus bersusah-payah agar bisa mendapat bantuan biaya operasi dan pemulihan dari KONI Jatim. Prosedur yang harus dia lewati rumit dan berliku.

Memang, KONI Jatim akhirnya memfasilitasi pelaksanaan operasi  tersebut. Namun, saat itu hanya diberi satu  hari untuk pengurusan dokumen persyaratan di rumah sakit.

Merasa  kecewa, akhirnya Rafael memilih balik ke Kediri dan mengurus operasi dengan biaya sendiri.

“Saya  operasi mengurus (BPJS) sendiri, dibantu dengan Mas Alfian (mantan fisioterapi Persedikab Kediri, Red),” aku pemain yang beralamat di Kelurahan Banjarmlati, Mojoroto, Kota Kediri ini.

Usai operasi, dia juga masih harus melakukan fisioterapi. Oleh KONI Jatim, dia diminta menjalani di salah satu rumah sakit di Surabaya.

Sebulan empat kali, atau seminggu sekali. Karena merasa terlalu berat, dia memilih menjalani terapi di Kediri. Sementara biayanya dia klaimkan ke pihak KONI.

Masalahnya, penggantian biaya itu hanya sampai Desember. Padahal, proses pemulihan masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

“Sampai Desember ini diganti (KONI Jatim). Nggak tahu nanti setelahnya,” keluhnya.

Terlihat ada kekecewaan yang dirasakannya saat bercerita di siang hari itu pada Selasa (26/11) kemarin. Bagi pemain sepak bola, cedera ACL menjadi momok tersendiri.

Dan bagi Rafael, ini adalam pertama kalinya dia mengalami cedera yang membuatnya harus beristirahat.

Menyelami sepak bola sejak sekolah dasar (SD), Rafael masih ingin terus berkarir di dunia sepak bola. Beruntung, orang tuanya masih terus mendukung. Terutama dari sang ayah.

 “Masih ingin terus main,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #Alfian Yoga Wiratna #cedera acl #jawapos #PON Jatim #pemain bola