Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah TPS-TPS 'Cantik' di Pilkada Kediri Raya, dari Konsep Pernikahan hingga Adat Papua

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 28 November 2024 | 16:40 WIB

 

Photo
Photo

JP RADAR KEDIRI- Tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Jambu, Kecamatan Kayenkidul, Kabupaten Kediri ini bernomor 01. Berada di Dusun Semut. Di tengah area persawahan. Dikelilingi tanaman padi.

Namun, suasananya terasa sangat asri. Dengan hamparan hijau rumput imitasi. Bangunan pendapa berarsitektur joglo menjadi daya tariknya.

Juga ornamen-ornamen bernuansa Jawa. Ada gunungan wayang berukuran jumbo yang terpasang di beberapa tempat. Salah satunya di gerbang masuk.

Anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) pun bernuansa Jawa. Baik pria maupun wanita berbaju lurik dengan bagian bawah berjarit.

Ada pula satu tempat yang jadi lokasi foto-foto. Dengan hiasan lampu dan bunga-bunga. Membuat pemilih mampir untuk bergaya, usai menyalurkan aspirasinya.  

“Semua TPS pasti punya photo booth. Tapi tidak semua didesain sedemikian rupa agar bisa menarik minat pemilih,” terang Hariyanti, perempuan yang juga wakil ketua KPPS 01.

Hariyanti bertutur, konsep seperti itu sebenarnya tak tercetus dari awal. Tapi baru tiga hari terakhir.

“Memang, rencana awal TPS di sini (Joglo Tabulampot, Red). Tapi konsep Jawa tercetus H-3,” terang perempuan 39 tahun ini.

Memoles TPS menjadi seperti itu bukan sekadar untuk indah-indahan saja. Menurutnya, ini berkaca pada Pemilu Presiden dan legislatif Februari lalu.

Saat itu antusiasme warga terbilang rendah. Tak segera ke TPS. Karena berpikir hanya datang untuk mencoblos dan setelah itu pulang.

Akhirnya, setelah TPS dibuat indah seperti itu, warga menunjukkan antusiasme tinggi. Begitu buka pukul 07.00 warga sudah berbondong-bondong. Pada pukul 10.00 nyaris semua pemilih sudah datang.

"Bisa jadi karena penasaran. Tertarik dengan dekor-dekornya," duga Hariyanti.

Dugaan itu tak salah. Warga memang dibuat penasaran. Karena itu mereka terdorong untuk datang. Tak hanya untuk mencoblos tapi juga melihat-lihat.

“Jarang-jarang (TPS) dihias seperti ini. Jadinya orang kan senang, suasananya menarik,” aku Lilik Mariani, 50, yang datang bersama cucunya.

Dandanan unik dan menarik juga ada di TPS 08, Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.Meskipun pemilih yang datang ke TPS harus sedikit menunduk ketika memasuki gerbang, mereka sangat antusias.

Hal itu karena ada hiasan dari daun kelapa yang menjuntai hingga menutup sebagian pintu masuk.

Ketika sudah berada di dalam, perhatian akan tertuju pada petugas KPPS. Semuanya berpakaian adat Papua. Dengan rok rumbai dan mahkota yang mencolok. Ada pula hiasan-hiasan dari batang tebu, jerami, hingga jagung.

“Kalau menurut saya sih menarik. Beda dari yang lain,” kata Ketua KPPS Yesi Kristian Hildaningrum.

Baginya, bila mengusung konsep mainstream seperti adat Jawa itu sudah biasa. Pun dengan berdandan ala anak sekolah. Hal itu yang mendorong mereka menghadirkan konsep TPS yang beda.

Beruntung, sudah ada penyewaan baju adat khas Papua. Petugas TPS pun tinggal mendekor tempat pemungutan suara yang berada di teras salah satu rumah warga.

Untuk kebutuhan ornamen lain seperti daun-daunan, mereka kumpulkan sendiri. Caranya,  dengan ‘berburu’ dari sawah ke sawah, belusukan.

“Tapi nggak nyolong, ya. Minta izin,” kelakarnya.

Dengan menghadirkan TPS berkonsep unik itu, Yesi ingin mendorong masyarakat agar bisa semangat menggunakan hak suaranya. Dengan begitu, pemilih mau datang ke TPS dan mencoblos.

“Oh TPS-nya menarik, ada photobooth-nya juga. Aku tak ndang merana ben iso poto (aku segera ke sana agar bisa foto, Red). Kebetulan di Kota Kediri kan juga ada lomba ya, baik untuk individu atau rombongan,” terang perempuan yang kemarin juga berdandan dengan kostum khas adat Papua itu.

Sementara itu, di TPS 08 Ngronggo, petugas KPPS di sana menghadirkan konsep Jawa di TPS-nya.

Meski sederhana, namun cukup bisa menyemarakkan jalannya pilkada yang digelar di Lapangan Ngronggo Sport Art Centre itu.

“Persiapannya ini lumayan mendadak. Tadi malam (26/11) sampai jam 4 pagi kita terus lakukan persiapan,” ujar Reno Wahyu, salah satu petugas KPPS di sana.

Beberapa ornamen khas Jawa pun dihadirkan. Seperti jarik-jarik yang dijadikan hiasan dinding hingga set gamelan di salah satu sudutnya.

“Sebenarnya mau sekalian pakai rok jarik. Tapi khawatir menganggu mobilitas. Jadi kami maksimalkan di ornamennya saja,” akunya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Kayen Kidul #tps cantik #Photo Booth #jawa pos