JP Radar Kediri - “Saya bentangin banner-nya pas pemain keliling. Eh, nggak tahunya sama Maarten Paes di-notice,” ucap Yoga Prabowo riang.
Pria 27 tahun, yang tinggal di Pare ini memang layak gembira. Dari begitu banyak suporter yang menginginkan kostum milik kiper naturalisasi itu, dirinya yang dipilih.
Kaus berlengan pendek warna kuning tersebut sekaligus jadi pelipur lara setelah hasil pertandingan menyesakkan dada. Timnas kalah telak 0-4 dari tim Negeri Matahari Terbit itu.
Momentum itu benar-benar merasuk di hatinya. Meskipun sang pemain yang memperkuat FC Dallas di Mayor League Soccer, Amerika Serikat tersebut tak mengucapkan sepatah kata.
Hanya melempar senyum kemudian berbalik menjauh.
"Nggak terlupakan. Pertama kali ke GBK dan dapat kenangan luar biasa dari Maarten Paes," ungkapnya dengan bersemangat.
Memang, banner yang dibentangkan ayah satu orang anak berisi kalimat atraktif. Isinya ‘Salam dari Tetangga Maarten Paes, Kediri, Pare’.
Namun, sebenarnya, tulisan itu bukan khusus untuk memikat sang portier. Melainkan agar dia tersorot kamera televisi.
Nyatanya, aksinya itu tak tersorot kamera televisi. Dan itu sempat membuatnya kecewa. Padahal, dia menunggu-nunggu hal itu sejak berkumandangnya lagu Indonesia Raya.
“Saya WA temen yang lihat di TV, kesorot gak? Gak enek, katanya,” cerita Yoga.
Karena itulah dia ganti membawa banner berukuran 100 x 50 sentimeter itu ke dekat para pemain timnas. Ternyata, aksinya itu justru berbuah jersey asli milik pemain naturalisasi tersebut.
Jelas, hal itu tak hanya mengobati kekecewaannya tak tersorot kamera televisi. Juga, memenuhi hasratnya ingin memiliki jersey timnas.
“Saya sempat bilang ke istri mau beli (jersey) player issue yang harganya satu juta (rupiah) sekian. Tapi sama istri disuruh beli yang replika, sekitar Rp 500 ribu karena uangnya harus dibagi,” ceritanya sambil tersenyum.
Menariknya, banyak suporter lain yang ingin membeli kostum yang basah oleh keringat itu. Namun, dia tak melepasnya. Langsung memasukkan ke tas dan tak dia keluarkan lagi hingga tiba di hotel tempatnya menginap.
Kini, jersey Maarten Paes itu sudah dicuci bersih. “Nanti saya bingkai rencananya,” tambah Yoga yang punya pesan khusus untuk sang pemain.
“Bisalah kalau ada longgar ke Kediri, biar tahu kampung halamannya,” harapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah