Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Kalipang, Grogol, Kediri Rangkul Pemuda Desa Kembangkan Rumah Kompos dan Budidaya Strawberry

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 18 November 2024 | 03:20 WIB
KOMPAK: Pemuda Karang Taruna Desa Kalipang sedang mengolah kotoran sapi menjadi pupuk kompos.
KOMPAK: Pemuda Karang Taruna Desa Kalipang sedang mengolah kotoran sapi menjadi pupuk kompos.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Kalipang memiliki lahan pertanian yang relatif luas. Tak ayal, kebutuhan akan pupuk menjadi tinggi.

Oleh karena itu, pemdes mendorong adanya rumah kompos untuk mengolah pupuk sendiri. Pupuk yang diolah di Desa Kalipang ini adalah pupuk kompos.

Oleh karena itu, pupuk ini dibuat tanpa campuran bahan kimia. Keberadaan rumah kompos tersebut menjadi salah satu terobosan. Pengelolanya adalah karang taruna setempat.

Meski masih muda, mereka tidak malu untuk mengumpulkan kotoran sapi. Maklum, itu merupakan bahan utama pembuatan pupuk kompos. Mereka rutin mengambilnya dari kandang-kandang warga.

“Ya secara otomatis usaha ini juga mengurangi pengangguran pada anak-anak muda ini mas,” ungkap Kepala Desa Kalipang Antonius Supratiknya.

Setelah kotoran sapi tersebut terkumpul, mereka lantas mengolahnya dengan menggunakan mesin.

Awal mula rumah kompos ini terbentuk karena keprihatinan Antonius terhadap penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.

Selain tanahnya jadi rusak, tanamannya tidak bisa di panen maksimal. “Dengan pupuk kompos ini kami juga ingin menyembuhkan tanah di desa kami,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pemdes terus mengembangkan rumah kompos tersebut. Tujuannya untuk mencukupi kebutuhan pupuk warga.

Dengan begitu, ongkos produksi para petani juga dapat ditekan. “Sekali produksi kami bisa hasilkan hingga 50 sak,” pungkas Antonius.

Terus Berinovasi, Ajak Warga Kembangkan Kebun Strawberry

Petani di Desa Kalipang terus berinovasi. Tak hanya mangga podang saja. Petani di sana juga sedang mengembangkan kebun strawberry.

Kebetulan, Dusun Krempyeng berada di dataran tinggi. Sehingga cocok untuk ditanami buah yang rasanya manis kecut ini.

Karena alam yang mendukung, warga juga mulai menanam strawberry di pekarangan rumah. Dalam pengembangannya, mereka dikoordinir langsung oleh karang taruna setempat.

“Memang awalnya dari keinginan karang taruna kami dan juga ada pula bantuan bibit dari Pemkab Kediri,” terang Kepala Desa Kalipang Antonius Supratiknya.

Dari anggota karang taruna, tren tersebut akhirnya menyebar. Banyak warga lain yang tertarik menanam buah tersebut.

Terlebih, ada nilai ekonomis tersendiri dari usaha tersebut. Kini, warga lebih condong ke arah pembibitan.  

Bagaimana tidak untung, kini pengembangan buah strawberry di desa ini lebih condong pada pembibitan. Satu bibitnya saja mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp 8 ribu.

Antonius menambahkan bahwa usaha pengembangan bibit tersebut sudah sampai ke luar wilayah Kalipang.

Dia mencontohkan pengembangan bibit ini sampai Desa Grogol dan Desa Cerme. “Kami optimistis buah ini akan mampu menaikkan penghasilan warga kami,” pungkasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#budidaya #rumah kompos #radar kediri #radar #kediri #kalipang #grogol #Pemuda Desa #jawa pos #Strawberry