KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemdes Belor melihat adanya potensi untuk mengembangkan keterampilan kader PKK di desanya. Pelatihan membuat kue kering dan basah dipilih sebagai solusi yang tepat.
Ide ini berawal dari keinginan untuk memberdayakan kaum perempuan yang menjadi kader PKK di Desa Belor.
Pemdes setempat akhirnya mengadakan pelatihan membuat kue kering dan basah. Pelatihan yang digelar di balai desa Belor ini diikuti oleh 20 peserta.
Mentor yang didatangkan berasal dari balai latihan kerja (BLK) Pare. Lama pelatihannya berlangsung selama satu minggu.
Pelatihan yang diadakan pada pertengahan tahun lalu tersebut tak hanya mengajarkan tentang teori saja.
“Setelah teori langsung diadakan praktik membuat kue langsung,” ujar Sekretaris Desa Belor Intan Permatasari Andani.
Peserta yang mengikuti pelatihan beragam. Ada beberapa peserta yang memang memiliki dasar membuat kue. Namun hanya sebagian kecil saja. Mayoritas justru yang tidak memiliki dasar dalam hal tersebut.
Dari 20 peserta yang mengikuti pelatihan hanya dua orang yang konsisten menggeluti bisnis tersebut. Salah satunya adalah Asmaul Husna. Bersama sang suami, Zainal Makruf, dia berniat mengembangkan usahanya jadi lebih besar.
Husna sendiri sudah tidak asing dengan aktivitas membuat kue. Pada tahun 2012 silam dia sudah mulai membuat usaha catering rumahan.
Namun, saat itu masih amatir. “Pelatihan ini sangat membantu. Banyak resep baru yang saya pelajari,” tutur Husna.
Kini, dia menguasai lebih banyak resep untuk membuat kue kering dan basah. Kue kering andalannya adalah nastar.
Jangan ditanya pesanannya ketika lebaran tiba. Dia sampai kewalahan menerima pesanan dari pelanggan.
Sedangkan untuk kue basah yang paling laris adalah lapis, pastel dan bikang. Kebanyakan orang yang pesan kepadanya berniat untuk menggelar hajatan.
Meskipun tidak tentu jumlah pesanan yang diterimanya, usaha ini bisa membantu perekonomiannya.
Dari hasil penjualan kue tersebut, pendapatannya meningkat hingga 50 persen. Itu juga berkat mengikuti pelatihan tersebut.
Kini, Husna dan suami sedang menyiapkan untuk mengurus izin usaha yang diberi nama Ricca Cookies.
Rutin Gelar Acara Nyadran, Wujud Melestarikan Tradisi Leluhur
Kegiatan nyadran menjadi salah satu acara rutin di Desa Belor. Acara ini merupakan bentuk melestarikan tradisi leluhur. Tasyakuran sekaligus bersih desa tersebut digelar setiap menjelang bulan Sura.
“Kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan di desa ini,” jelas Kepala Desa Belor Aris Setiyono.
Kegiatan tersebut dilakukan di sebuah punden yang berada di Desa Belor. Perangkat desa bersama warga berkumpul bersama.
Di sana mereka memanjatkan doa. “Selain itu juga terdapat tayuban, dan hiburan seni budaya jawa,” imbuhnya.
Nyadranan merupakan sebuah tradisi yang dilakukan secara turun temurun. Kegiatan ini dilakukan menjelang bersih desa.
Tradisi ini merupakan hasil akulturasi dua budaya. Dimana budaya Jawa dan Islam. Tidak hanya untuk mengucapkan syukur.
Rangkaian acara dimulai dari pembersihan makam, tabur bunga, acara selamatan, lalu ditutup dengan hiburan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah