Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Rahasia Regenerasi Seni Jaranan di Desa Sumberejo, Ngasem, Kediri Tak Pernah Mati

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 12 November 2024 | 03:26 WIB
SENI BUDAYA: Kelompok seni jaranan di Desa Sumberejo, Ngasem terus melakukan regenerasi.
SENI BUDAYA: Kelompok seni jaranan di Desa Sumberejo, Ngasem terus melakukan regenerasi.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemdes Sumberejo bertekad mendidik generasi mudanya untuk mencintai tradisi leluhur. Salah satunya kesenian jaranan. Tak ayal, kesenian tersebut diajarkan sejak masih anak-anak.

Di Desa Sumberejo terdapat dua kelompok seni jaranan yang sudah berdiri sejak 2016. Pertama, kelompok yang diisi para pemuda. Kedua, kelompok yang berisi anak-anak.

“Kebetulan pemuda di sini sepakat dan tertarik dengan dibentuknya kelompok seni jaranan ini,” terang Suprianto, pembina kelompok jaranan tersebut.

Tak hanya melestarikan budaya. Kegiatan ini juga meminimalisir keterlibatan pemuda pada hal negatif.

“Semua lapisan mendukung, tidak hanya motivasi ke pemuda. Dana juga turun lewat swadaya masyarakat,” ucapnya.

Kelompok jaranan binaanya sudah tampil dalam beragam acara. Terutama saat kegiatan suroan dan bersih desa. Mereka memadukan budaya tradisional dengan modern.

Mereka juga membuat properti pendukung jaranan secara mandiri. Mulai dari kuda lumping, caplokan, hingga penthulan. Kelompok seni jaranan yang terdiri dari kurang lebih 60 orang.

Hal serupa juga disampaikan Wiyono, selaku ketua kelompok jaranan tersebut. “Potensi pemuda tidak boleh disalahgunakan, ikut kesenian sama dengan cinta budaya,” terang pria yang gemar membawa pecut ini.

Kreasi konsep tradisonal dan modern membuat pemuda semangat melestarikan kesenian tersebut. Sekaligus menarik perhatian siapa saja yang menonton.

Selama pentas berlangsung, Wiyono mengaku tidak pernah terjadi keributan. “Kita juga saling berkoordinasi dengan pihak keamanan bila ingin pentas,” tandasnya.

Tingkatkan Kualitas Jalan agar Memudahkan Panen

Desa Sumberejo terus berbenah. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas akses jalan. Harapannya tak lain agar pengendara dapat melintas dengan nyaman.

“Hasil musyawarah yang utama ya pembangunan jalan, karena kebutuhan warga untuk akses sehari-hari ya,” ujar Kepala Desa Sumberejo Dwi Santosa.

Dwi juga menerangkan bila kebutuhan masyarakat meningkat saat tiba waktu panen. Pasalnya, warga membutuhkan kendaraan truk untuk akomodasi. Pembangunan jalan yang sedang dilaksanakan terletak di Dusun Dadapan.

Jalan sawah ini dibangun sepanjang 900 meter. Pembangunan jalan hotmix tiap tahun bergiliran.

Tahun depan giliran Dusun Joho. Dia juga menjelaskan bila adanya pembangunan tersebut direspon warga secara positif.

“Warga ada yang menyuguhkan makanan ringan. Karena senang juga ya jalannya baru,” kata Dwi.

Tidak ada kendala dalam proses pembangunan jalan di Desa Sumberejo ini. “Kami buat surat pernyataan ya, agar sepakat dan tidak ada sengketa dan salah paham,” tandasnya.

Respon positif disampaikan Suprianto, salah satu warga Desa Sumberejo. Dia merasa senang dengan adanya fasilitas jalan yang bagus. “Aspalnya bagus, jadi enak buat transportasi kalo lagi musim panen,” pungkas Suprianto.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #kediri #desa sumberejo #ngasem #jaranan #seni #jawa pos #regenerasi