Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengusaha Kerupuk Sadariah Asal Desa Puhjajar, Papar, Kediri Ini Laku Terjual hingga Negeri Jiran Malaysia

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 12 November 2024 | 03:17 WIB
USAHA KERAS: Kerupuk sadariah buatan pengusaha asal Desa Puhjajar, Papar laku hingga Malaysia.
USAHA KERAS: Kerupuk sadariah buatan pengusaha asal Desa Puhjajar, Papar laku hingga Malaysia.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Geliat sektor industri rumahan terasa di Desa Puhjajar. Salah satunya yang ditekuni oleh Suyono.

Bersama Munawaroh, sang istri, dia mengembangkan usaha pembuatan kerupuk. “Saya sudah mengelola usaha ini sejak tahun 1985 silam,” akunya.

Selain Suyono dan istrinya, mereka juga memiliki empat orang pekerja. Mereka sengaja mengambil pekerja dari saudara dan tetangga sendiri. Harapannya dapat membantu perekonomian mereka.

Dalam satu hari, Suyono dapat menghabiskan enam kuintal singkong untuk dijadikan kerupuk sadariah. Dari bahan baku tersebut, ia bisa memproduksi 35 kantong berukuran lima kilogram.

Suyono masih mengandalkan sinar matahari untuk menjemur kerupuk sadariah buatannya. Jika cuaca sedang cerah, dia hanya perlu menjemur dalam setengah hari. “Namun jika cuaca kurang bagus, minimal harus dijemur satu hari,” terangnya.

Untuk bahan baku, dia membeli dari daerah Kandat. Namun, jika tidak mencukupi, dia baru memesan singkong dari daerah Malang.

Suyono mengakui kerupuk sadariah buatannya sudah mencapai Malaysia. Tercatat, per dua bulan sekali Suyono pasti mengirim produknya ke negeri jiran tersebut.

Di rumahnya Dusun Puhjajar, Desa Puhjajar ia dapat mengekspor kerupuk sadariahnya sebanyak 800 – 1000 kantong ke Malaysia. “Sejak tahun 2016 mulai kirim ke sana (Malaysia, red),” imbuhya.

Sedangkan untuk pasar lokal, Suyono memasarkan produknya hampir di seluruh daerah di Jawa Timur. Setiap satu kantong berukuran lima kilogram dihargai Rp 47 ribu.

Bangun Saluran Irigasi, Aliri Puluhan Hektare Lahan

Mayoritasa warga Desa Puhjajar merupakan petani. Oleh karena itu, pemdes menaruh perhatian besar pada sektor pertanian. Salah satunya dengan membangun saluran irigasi.

Sekitar 75 persen warga Desa Puhjajar menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Mendapat beragam masukan, pemdes menangkap kebutuhan petani.

Akhirnya, mereka sepakat membangun saluran irigasi untuk mengairi lahan persawahan di desanya.

“Diharapkan dengan adanya saluran irigasi dapat memperlancar pengairan,” jelas Kepala Desa Puhjajar Suko Budi.

Selain memudahkan pengairan, proyek ini juga dapat meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban biaya petani.

Saluran irigasi di lahan persawahan Desa Puhjajar ini jika ditotal panjangnya mencapai 1,2 kilometer. Konstruksi bangunannya menggunakan cor beton.

Pembangunan saluran irigasi ini belum akan berhenti. Pemdes Puhjajar kini sedang membangun saluran irigasi lagi.

“Pemdes masih akan melanjutkan pembangunan saluran irigasi. Tergantung dengan dana desa yang ada,” ungkap kades yang biasa disapa Budi itu.

Kaur Pembangunan Desa Puhjajar Nur Rohman mengatakan ada 12 pekerja yang menggarap proyek tersebut. Terdiri dari 4 tukang dan 8 kuli.

Pekerjanya diambilkan dari warga lokal. “Untuk memberdayakan warga lokal juga,” ungkap pria yang akrab disapa Rohman tersebut.

Petani sedikit demi sedikit sudah dapat merasakan manfaat saluran irigasi ini. Kini, pengairan sudah semakin optimal.

“Hasil pertanian meningkat sekitar 30 persen dibanding sebelum ada saluran irigasi ini,” pungkasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#usaha #radar kediri #papar #radar #kediri #sadariah #malaysia #LAKU #negeri jiran #kerupuk #jawa pos