KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Babadan juga dikenal memiliki banyak lahan nanas. Tak ayal, produksi nanas di sana melimpah.
Potensi itu tak ingin disia-siakan. Warga juga memanfaatkan limbah daun nanas jadi pakan ternak.
“Memang di sini banyak warga yang juga bertani nanas,” ujar Kepala Desa Babadan Arif Priyo Wiyoko.
Limbah daun nanas tersebut diolah dengan cara digiling untuk dihaluskan. Inisiatif tersebut membuat warga tidak perlu lagi jauh-jauh mencari pakan sapi.
Limbah daun nanas dirasa sebagai pakan alternatif yang lebih murah dan efisien. Warga yang tidak memiliki lahan nanas biasanya mencari di lahan tetangga atau kerabat.
Namun, ada juga yang rela merogoh kocek sebesar Rp 250-300 ribu. Itu untuk bisa mendapatkan satu bak truk mini yang dipenuhi limbah daun nanas.
Warga yang tidak memiliki mesin giling juga dapat meminjam atau membeli jasa giling. Harganya juga relatif murah. Tergantung dari pemilik mesin.
Arif menambahkan bahwa pakan ternak dari limbah daun nanas terbukti bagus. Tidak membuat ternak menjadi sakit-sakitan atau mengalami penurunan berat badan.
“Sama saja jika diberi pakan rumput. Bedanya hanya lebih mudah mendapatkan limbah daun nanas,” pungksanya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah