KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Banjarejo terdapat kerajinan unggulan keramik dari limbah batok kelapa. Produk tersebut mendapatkan banyak pelanggan. Bahkan, laku hingga ke luar negeri.
Rumah industri ini sudah berproduksi sejak 1996. Kerajinan ini memanfaatkan limbah batok kelapa. Selain bernilai seni, batok kelapa memiliki nilai jual yang tinggi.
“Pemilik kerajinan ini mencoba mengolah limbah batok kelapa menjadi keramik yang bagus Mbak,” terang Kaur Perencanaan Desa Banjarejo Dadik Teguh.
Banyak yang meminati keramik batok kelapa ini. Bahkan, tak sedikit konsumen dari luar negeri. Antara lain Korea, India, Amerika, Belanda, Turki, serta Perancis. “Karena memiliki nilai seni yang indah, konsumen mancanegara banyak yang tertarik,” katanya.
Industri tersebut dapat menyerap tenaga kerja dari warga sekitar. Karyawannya sebanyak 50 orang. Kebanyakan perempuan. “Alhamdulillah dengan usaha ini dapat mempekerjakan warga sekitar Mbak,” terang Dadik.
Pemilik usaha tersebut adalah Sylvain Loegel, seorang warga negara Prancis. Dia lantas menjadi WNI setelah menikah dengan istrinya. Hingga akhirnya dia menetap di Desa Banjarejo, Kecamatan Plemahan.
Untuk mencukupi kebutuhan bahan baku, Sylvain bekerja sama dengan rekan lintas daerah. Seperti di Ciamis, Bali, Banyuwangi, dan Jogjakarta. Agar menghemat biaya pengiriman, bahan baku sudah dalam bentuk potongan.
“Saya memiliki mitra paling besar di Ciamis. Itu bisa dalam satu bulan dapat mengirim dua juta keping,” jelas Sylvain.
Untuk tenaga kerja sendiri menggunakan tenaga kerja masyarakat lokal. Selain dari warga Desa Banjarejo, juga diambil karyawan dari Tulungagung.
Lama produksi tergantung tingkat kesulitan. Apabila cukup simpel, pengerjaan membutuhkan waktu paling lama dua jam. Sedangkan yang rumit dapat menghabiskan waktu hingga tiga bulan.
Konsisten Genjot Proyek Fisik, Tingkatkan Akses Pertanian
Kepala Desa Banjarejo Samsuri memiliki cita-cita besar. Salah satunya menata dan mempercantik desanya. Oleh karena itu, dia menggenjot berbagai proyek fisik.
Salah satunya proyek yang mendukung sektor pertanian. “Saya ingin adanya pembangunan yang mempermudah sektor pertanian,” kata Samsuri.
Proyek tersebut meliputi pembangunan jalan tembus persawahan dan akses pengairan. Dengan begitu, produksi dan hasil panen petani dapat terkatrol. “Tanam bawang merah bisa lancar dan sawi melayu bisa naik,” jelas Samsuri.
Jika dibandingkan sekarang, keadaan desa makin maju. Warga dan petani juga dapat merasakannya. Terlebih, dulu Desa Banjarejo belum sebagus kini.
Perbedaan pembangunan sangat terasa di sana.
Kebetulan, suami Siti Amanah tersebut juga menjadi petani bawang merah.
“Kalau pagi pergi dulu ke sawah, setelah itu baru pergi ke kantor,” jelas Samsuri Ketika ditanya cara membagi waktunya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah