Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Bentuk Kepedulian Pemdes Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri Peduli pada Tapioka

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 30 Oktober 2024 | 03:28 WIB
SEHAT: Senam pagi menjadi salah satu kegiatan setiap posyandu lansia.
SEHAT: Senam pagi menjadi salah satu kegiatan setiap posyandu lansia.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemdes Sidomulyo sangat peduli akan kualitas kesehatan warganya. Tak terkecuali mereka yang telah lanjut usia (lansia). Oleh karena itu, pemdes mendirikan posyandu lansia.

Sejak 2015, Pemdes Sidomulyo telah mendirikan posyandu lansia. Tempatnya di rumah Nanik Sriwilujeng, salah satu warga setempat. Hingga kini para lansia dapat menikmati pengecekan kesehatan rutin.

Di awal mendirikan posyandu, pemdes harus menghampiri satu per satu warga agar tertarik.

“Awalnya hanya lima orang saja, agar mau kita terus hampiri dan membuat inovasi. Seperti kegiatan menabung, senam, membaca, dan menanam,” ujar Nanik ketika ditemui di rumahnya.

Posyandu lansia ini digelar sebulan sekali. Tepatnya pada minggu terakhir. Sebelum pemeriksaan ada senam. Ketika menunggu antrean pemeriksaan kesehatan juga disediakan perpustakaan.

Sehingga para lansia dapat membaca buku sembari mengantre. Perpustakaan itu juga baru berdiri. Pemdes tak ingin lansia hanya berdiam ketika menunggu antrean.

Perlengkapan perpustakaan seperti buku dan lemari didapat dari bantuan pemdes dan pihak kecamatan.

Lalu, ada juga sumbangan buku dari mahasiswa yang kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Sidomulyo.

Selain itu, Nanik menganjurkan anggota posyandu lansia yang berjumlah 60 hingga 75 orang untuk menabung.

Nantinya, tabungan dipakai untuk rekreasi. Kegiatan posyandu lansia ini membuat hati Nanik senang. Pasalnya, dapat bermanfaat bagi orang lain.

“Bagi saya melihat mereka senyum saja sudah membuat hati saya sangat bersyukur,” pungkasnya.

Konsisten Kembangkan Usaha Pembuatan Tepung Tapioka

Desa Sidomulyo dikenal sebagai sentra pembuatan tepung tapioka. Namun, karena gempuran zaman, banyak pemilik usaha mengalami gulung tikar.

Meski begitu, masih ada pabrik yang bertahan. Salah satunya yang dikelola Sururin. “Saya menjalankan produksi tapioka sejak tahun 2002,” terangnya.

Sururin mengatakan bahwa usaha pembuatan tepung tapioka ini merupakan usaha keluarga. Usaha ini dulunya dimulai sejak zaman kakeknya.

“Dalam satu bulan dapat produksi hingga 1 ton,” kata Sururin ditemui di pabriknya.

Dia mengutamakan bahan berkualitas. Penjualannya sampai ke Sidoarjo, Malang, Blitar, Gresik, dan Bojonegoro. Luasnya pasar karena Sururin mudah menjaring relasi.

Meskipun hanya menggunakan teknik pemasaran dari mulut ke mulut, relasinya terus berkembang. Hal itu, menurutnya, karena promosi tersampaikan baik kepada calon pembeli.

Hebatnya, saat pandemi tidak terlalu berpengaruh pada bisnisnya. Bahkan dia bisa meraup omzet Rp 5 juta hingga Rp 6 juta sekali pengiriman tapioka.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #kediri #Pemdes #tepung tapioka #semen #Sidomulyo #jawa pos