KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Jerukwangi terdapat sebuah tradisi yang dilakukan setiap tahunnya.
Tradisi tersebut adalah nyekar sewon. Kegiatan ini digelar saat Selasa Kliwon pada bulan Sura atau Muharram.
“Nyekar sewon sudah menjadi ikon budaya di Desa Jerukwangi,” ujar Kepala Desa Jerukwangi Rina Agustina.
Nyekar sewon adalah tradisi kirim doa dan ziarah ke makam tokoh desa. Yakni sosok yang babat alas di sana.
Yaitu Mbah Syeh Abdul Kohar dan makam para leluhur desa. Acara kirab ini dimulai dari halaman kantor Desa Jerukwangi menuju Pesarean Syeh Abdul Kohar. Jaraknya sekitar sejauh 1 kilometer.
Dalam acara kirab tersebut warga tidak hanya membawa berbagai macam bunga untuk nyekar.
Peserta juga membawa gunungan hasil bumi sebagai wujud syukur atas rezeki yang diberikan Sang Pencipta.
“Setelah tiba di area pesarean, acara dilanjutkan dengan tabur bunga dan berdoa. Gunungan hasil bumi kemudian diperebutkan oleh warga yang hadir,” kata Rina.
Tradisi nyekar sewon ini diharapkan agar masyarakat Desa Jerukwangi makmur, tenteram dan damai.
Juga masyarakat lebih dapat memahami dan mengerti leluhurnya desa. Terutama para generasi muda penerus bangsa.
Komitmen Permudah Akses Kesehatan Balita hingga Orang Tua
Jerukwangi adalah salah satu desa di Kecamatan Kandangan. Di sana, pemdes sangat peduli dengan warganya. Terutama dalam hal kesehatan.
Oleh karena itu, mereka mempermudah akses kesehatan bagi balita hingga orang tua.
Pemdes Jerukwangi sangat mementingkan akses kesehatan warganya. Salah satu program yang digagas adalah posyandu.
Hebatnya, fasilitas tersebut tidak sekadar untuk balita saja. Namun, juga ibu-ibu dan orang tua.
“Posyandu ini tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak saja. Namun juga mereka yang sudah berusia lanjut,” jelas Kepala Desa Jerukwangi Rina Agustina.
Rina menjelaskan bahwa pelayanan posyandu ini berbeda dengan puskesmas. Pasalnya, posyandu diadakan satu bulan sekali. Sesuai dengan jadwal yang sudah ditentutkan.
Rina langsung memantau kegiatan pelayanan kesehatan tersebut. Dia juga memberi kesempatan kader posyandu dan masyarakat untuk memberikan masukan serta saran.
“Karena hal ini sangat penting guna meningkatkan mutu pelayanan pemerintahan desa di bidang kesehatan. Khususnya bagi balita dan anak-anak,” imbuhnya.
Kegiatan posyandu ini selalu disambut antusias oleh warga. Tercatat, ada puluhan balita yang mengikuti kegiatan tersebut.
Sedangkan untuk ibu difokuskan bagi mereka yang sedang mengandung. Bahkan juga terdapat kelas ibu hamil.
Kegiatan ini didampingi langsung dari UPTD Puskesmas Kandangan. “Untuk sesi pertemuan ibu hamil disesuaikan dengan usia kandungan,” kata Rina.
Kelas ibu hamil ini termasuk senam ibu hamil. Selain itu juga pemberian materi seputar kehamilan.
“Sama seperti posyandu balita. Ketika pulang ibu hamil juga diberi makanan tambahan berupa susu hamil,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah