KEDIRI, JP Radar Kediri- Setiap bulan Sura, Pemdes Kandangan akan menggelar kegiatan bersih desa. Acaranya beragam.
Salah satunya pagelaran wayang kulit. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk melestarikan tradisi.
“Ini bentuk rasa syukur dan menjaga tradisi secara turun temurun,” ujar Kepala Desa Kandangan Hendro Misdiono.
Karena digelar secara rutin, banyak warga yang menantikannya. Tidak hanya warga desa saja.
Tak jarang yang datang berasal dari desa tetangga. Beruntung, antusiasme penonton dapat ditampung oleh pemdes.
Pasalnya, gelaran wayangan kulit tersebut diadakan di halaman Kantor Desa Kandangan.
Pagelaran wayang ini menjadi puncak acara kegiatan suroan. Sebelumnya, terdapat kegiatan atau rangkaian acara lain.
Mulai dari pengajian, pertandingan olahraga, pemeran UMKM hingga gebyar musik.
Olah Sampah Rumah Tangga Jadi Pendapatan Desa
Permasalahan sampah merupakan momok setiap desa. Hal ini juga terjadi di Desa/Kecamatan Kandangan. Untuk mengatasi hal tersebut pemdes mendirikan bank sampah.
“Ide usaha pengolahan sampah ini karena keluhan warga yang resah karena banyak yang membuang sampah ke sungai. Sehingga menyebabkan bau tidak sedap,” jelas Kaur Umum Desa Kandangan Nur Hadi Zaini.
Bumdes pengolahan sampah sangat membantu dalam menangani pengolahan limbah tersebut.
Tidak hanya sekedar memungut sampah dari rumah warga. Sampah-sampah tersebut diolah untuk bisa menjadi potensi pendapatan desa.
“Kami juga memiliki tujuan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga,” ucap pria yang akrab disapa Hadi tersebut.
Sampah organik di bumdes ini diolah menjadi kompos dan bahan pakan ternak. Sedangkan sampah non-organik diolah untuk dijual kembali.
“Nantinya sampah plastik dan botol akan dicacah terlebih dahulu baru kemudian akan dijual,” kata Hadi.
Setiap harinya, mereka bisa mengumpulkan sampah non-organik sebanyak setengah kuintal.
Sampah yang dikumpulkan dari rumah-rumah warga tersebut kemudian dipilah. Antara sampah organik dan non-organik.
“Sejak Januari 2018, bumdes bisa menyumbang pendapatan bersih ke desa sebanyak Rp 1 juta juta rupiah per bulannya,” tandasnya.
Unit pengolahan sampah ini memiliki tiga orang pekerja yang diambilkan dari warga sekitar.
Berkat adanya unit pengolahan sampah ini berhasil mengurangi sampah di Desa Kandangan sekitar 70 persen.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah