Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kelas Inspirasi Jadi Wadah Kenalkan Profesi lewat Sehari Mengajar

Redaksi Radar Kediri • Senin, 21 Oktober 2024 | 18:09 WIB
Relawan-relawan pengajar ini memaknai belajar dari sudut pandang yang luas. Mereka mengenalkan anak-anak dengan dunia karir orang dewasa yang beragam dan penuh warna. Tujuannya untuk mengajak mereka m
Relawan-relawan pengajar ini memaknai belajar dari sudut pandang yang luas. Mereka mengenalkan anak-anak dengan dunia karir orang dewasa yang beragam dan penuh warna. Tujuannya untuk mengajak mereka m

KEDIRI, JP Radar Kediri- “Saya butuh bantuan dari kalian. Siapa yang mau bantu?” tanya Ahmad Saifudin, salah satu relawan pengajar, di SDN Kranggan, Gurah, pada Sabtu (12/10) lalu. Mendapat pertanyaan dari pria yang pagi itu menjadi guru mereka, siswa kelas III itu langsung antusias.

Lima anak yang menempati ruang kelas berukuran 2,5x7 meter itu langsung adu cepat berteriak. “Saya!” sembari lari menghambur ke arah pria yang akrab disapa Uje itu.

Duduk di bangku yang terletak di pojok ruangan, Uje sudah menyusun beberapa miniatur alat berat. Mulai dari ekskavator, truk bak terbuka, hingga truk pengangkut semen.

Di depan mainan-mainan yang sudah tersusun rapi itu, Uje mengenalkan satu bidang pekerjaan yang sudah dia geluti beberapa tahun ini.

Pria kelahiran 1992 itu merupakan seorang civil engineering atau teknisi sipil. Dengan alat peraga berupa blocks dan miniatur alat berat, pria kelahiran Solo, Jawa Tengah tersebut mengajak bocah-bocah di depannya untuk mengenal pekerjaannya dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

“Di sini ada sungai. Gimana caranya supaya kita bisa tetap lewat tanpa masuk ke sungai?” tanyanya lagi kepada anak-anak yang tetap ceria meski belajar di kelas yang sejatinya merupakan ruang perpustakaan itu.

Sejurus kemudian, lima siswa itu berkreasi membuat simulasi jembatan hingga jalan layang. Melihat kreasi anak-anak, senyum Uje langsung mengembang. Baginya, menjadi relawan mengajar di tengah kesibukan pekerjaannya, tak ubahnya stress release.

Melihat anak-anak bergembira, pria yang tengah ditempatkan di proyek Bandara Dhoho itu merasa sebagian rasa penatnya luruh. Interaksi dengan bocah-bocah SD itu menghadirkan kebahagiaan yang tak terkira.

“Prinsip saya, dimanapun bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di mana saja penempatannya, saya mencoba memberi apa yang bisa saya berikan. Kebetulan karena ada passion di mengajar, jadi saya ikut ini,” ungkap Uje tentang alasannya bersedia menjadi relawan mengajar di Kelas Inspirasi itu.

Uje bukan satu-satunya orang yang tergerak untuk menjadi relawan mengajar. Dini Maulida bahkan datang jauh-jauh dari Cirebon, Jawa Barat, untuk sehari bermain dan mengajar siswa-siswi di SDN Kranggan itu. Sabtu (12/10) lalu merupakan kali ke-42 dia mengajar lewat Kelas Inspirasi.

“Di sini, kami yang masuk ke dunia mereka (anak-anak, Red). Bukan mereka yang masuk ke dunia kami,” terang perempuan kelahiran 1994 itu tentang esensi mengajar ala mereka.

Perempuan berhijab itu sehari-hari memang seorang pengajar SD. Di akhir pekannya yang singkat itu, dia sengaja meluangkan waktu ke Kediri untuk mengajar lagi.

Bagi dini, aktivitas mengajar dan mendongeng seperti yang dilakukannya sehari-hari, merupakan hal yang membahagiakan. Terutama, hal itu dilakukan di sekolah-sekolah pelosok.

Setiap tahun, komunitas dengan relawan dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan tersebut memang mendatangi sekolah-sekolah dasar. Khususnya yang tidak memiliki privilese sebagai sekolah modern atau favorit. Yang akses informasi dan belajarnya tak seluas sekolah-sekolah lainnya.

“Kami memang lebih banyak memfasilitasi sekolah yang siswanya sedikit. Lewat kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pengalaman langsung tentang beragam bidang dan pekerjaan ke anak-anak,” aku Rahma Dewi Sartika, panitia Kelas Inspirasi Kediri ke-9.

Dengan begitu, diharapkan anak-anak usia SD itu tidak lagi hanya terpaku pada pekerjaan-pekerjaan arus utama atau mainstream.

Sesuai slogannya ‘Sehari Mengajar, Selamanya Menginspirasi’ para relawan itu ingin menghadirkan semakin banyak inspirasi bagi anak-anak agar bisa mengembangkan sayapnya untuk meraih cita-cita.

“Karena pengajarnya di sini semua relawan dari berbagai sektor dunia kerja, makanya kami hanya gelar satu hari saja. Tetapi kami maksimalkan di enam SD,” bebernya.

Rahma bersyukur, antusiasme lebih dari 70 orang relawan pengajar di enam sekolah itu juga disambut baik oleh para pelajar SD yang mereka sambangi. Di antaranya, di SDN Tiru Lor, SDN Kranggan, SDN Adan-adan 2, dan SDN Sukorejo. 

             

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #Kelas Insirasi #relawan pengajar #jawapos