KEDIRI, JP Radar Kediri- Sektor pertanian di Desa Wonorejo sangat vital. Tak ayal, dukungan penuh diberikan oleh pemdes setempat. Harapannya agar para petani dapat meningkatkan hasil produksi masing-masing.
Desa Wonorejo memiliki lahan persawahan yang relatif luas. Mencapai sekitar 70 hektare. Itu bahkan lebih dari separo luas desa. Oleh karena itu, tak salah jika pemdes memberikan perhatian lebih pada sektor tersebut.
Kepala Desa Wonorejo Hari Irawan mengatakan bahwa sekitar 80 persen warganya berkecimpung di dunia pertanian.
Baik sebagai pemilik lahan, petani, maupun buruh tani. “Kami memiliki perhatian khusus untuk sektor pertanian ini,” ujarnya.
Salah satu bentuk perhatiannya adalah dengan distribusi bantuan bibit tanaman. Yaitu bibit jagung yang sangat dibutuhkan oleh petani.
Pemberian bibit ini tentu saja mendapatkan tanggapan positif dari warga. “Jumlah bibit yang diberikan ini disesuaikan dengan luas sawah yang dimiliki,” ungkap Hari.
Total bibit yang disediakan untuk dibagi ada sekitar dua kwintal. Jika ditanam secara serentak maka akan menghasilkan panen sekitar 250 ton.
Dukungan tersebut tidak hanya dalam hal pembagian bibit saja. Namun juga ada pengolahan pupuk organik.
Demi kemajuan pertanian juga ada pendampingan, identifikasi masalah, pemberantasan hama, dan distribusi panen.
“Selama ini ada pihak yang selalu membeli hasil panen kami. Terutama padi dan jagung,” ungkap Hari.
Baca Juga: Pemdes Kapas, Kunjang, Kabupaten Kediri Bentuk Gapoktan sebagai Wadah Diskusi Petani
Ingin Koleksi Bukunya Bisa Menarik Minat Baca Warga
Di Kantor Desa Wonorejo terdapat ruangan yang digunakan untuk perpustakaan. Tujuannya untuk meningkatkan minat baca warga desa. Terutama kalangan anak muda.
Kepala Desa Wonorejo Hari Irawan ingin meningkatkannya. Akhirnya pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kediri. Kemudian mereka mendirikan sebuah perpustakaan umum di kantor desa.
Wonorejo menjadi salah satu desa yang dipilih oleh dinas untuk menerima bantuan seribu buku.
“Saya ditawari untuk menyediakan tempat bagi buku-buku ini dan saya dengan senang hati menyetujuinya,” terang Hari.
Setelah mendapatkan seribu buku dengan 500 judul, pemdes menyiapkan petugas untuk mengelolanya.
Rencananya, rak-rak buku tersebut akan diletakkan satu gedung dengan TK Wonorejo yang berada di depan kantor desa.
“Agar ibu-ibu yang mengantar anaknya sekolah tidak hanya menggosip,” tuturnya. Hari berharap bahwa program ini bisa membuat warga desanya lebih maju. Selain itu, juga untuk membangun sumber daya manusia di sana menjadi lebih baik.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah