Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Kapas, Kunjang, Kabupaten Kediri Bentuk Gapoktan sebagai Wadah Diskusi Petani

Habibaham Anisa Muktiara • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 18:11 WIB
PRODUKTIF: Hamparan sawah di Desa Kapas, Kecamatan Kunjang.
PRODUKTIF: Hamparan sawah di Desa Kapas, Kecamatan Kunjang.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Hampir 85 persen warga Desa Kapas menjadi petani. Potensi pertanian yang bagus membuat mereka menggantungkan hidup di sektor tersebut. Berkaca dari hal ini, pemdes akhirnya membentuk wadah untuk para petani.

Petani di Desa Kapas sangat banyak jumlahnya. Untuk memudahkan koordinasi maka dibentuk gabungan kelompok tani (gapoktan). Warga sepakat menamainya dengan Gapoktan Tani Utama.

Perkumpulan ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah menjadi tempat berkumpul dan berbagi ide. Tak jarang inovasi di sektor pertanian muncul dari gapoktan tersebut.

“Di dalam gapoktan ini juga menjadi ajang kami berdiskusi tentang inovasi pertanian,” terang Ketua Gapoktan Tani Utama Subagio.

Diskusi tersebut biasanya dilakukan setiap pertemuan rutin. Di sana, anggota kelompok saling berbagi pengalaman dan tantangan yang dialami. Seperti permasalahan hama yang menyerang.

Semuanya lantas dibahas bersama dalam forum. Mencari solusi terbaik untuk kepentingan bersama. “Kami diskusi untuk kebaikan semuanya,” tutur Subagio.

Tak jarang gapoktan ini mendatangkan pemateri sesuai dengan bidangnya. Salah satunya sosialisasi teknik padi tanam jajar legowo. Ilmu tersebut diberikan langsung oleh dinas terkait.

Bahkan, mereka juga kerap mendapat distribusi obat-obat pertanian. Terutama segala sesuatu yang berhubungan dengan pertanian organik.

Pasalnya, sistem ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memperbaiki tanah yang rusak.


Gelar Kegiatan Nyadran, Wujud Rasa Syukur Masyarakat

Tradisi nyadran atau bersih desa rutin digelar di Desa Kapas. Kegiatan ini dilaksanakan setiap setahun sekali. Setiap menjelang bulan Sura. Umumnya saat Jumat Kliwon.

Ritual bersih desa ini dilakukan di makam Mbah Mertojoyo dan Mbah Karto Pawiro. Sosoknya dipercaya sebagai sesepuh atau leluhur desa. Di sana warga berdoa dan tahlil bersama. Lalu, diakhiri dengan makan tumpeng bersama.

Kepala Desa Kapas Suparno menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni untuk memanjatkan rasa syukur warga kepada Sang Pencipta.

Juga untuk memohon agar dijauhkan dari segala musibah. “Ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas berkah yang didapatkan,” ujar Suparno.

Dia berharap, seluruh warga agar terus melestarikan momen suroan tersebut. Tujuannya tak lain untuk mempertahankan budaya yang perlahan mulai tergerus perkembangan zaman.

“Semoga masyarakat Desa Kapas selalu kompak, guyub dan rukun. Karena dengan kekompakan dan kesolidan masyarakat, semua permasalahan bisa terselesaikan dengan baik,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kapas #petani #radar #kediri #pertanian #diskusi #gapoktan #desa #kunjang #tani #jawa pos