Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sosok Fauzan Zudi, Pria Asal Kediri yang Mampu Memanen Rupiah dari Kostum Karnaval Daur Ulang

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 15 Oktober 2024 | 17:38 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Rumahnya masuk ke dalam gang di Desa Keling, Kecamatan Kepung. Terselip di antara padatnya permukiman.Tapi, tak sulit untuk menemukan.

Penandanya, patung naga raksasa dan patung gajah. Khusus yang disebut terakhir itu hanya tersisa kerangka saja.

Dua patung itu adalah karya Fauzan Zudi. Yang rumahnya hanya lima meter dari lokasi dua benda buatannya itu.

Saat ditemui, lelaki yang sejatinya pekerjaan utamanya adalah pekerja bangunan ini juga tengah membuat karya. Menyelesaikan pesanan kostum karnaval.

Tapi, dia mengerjakan semua itu tidak di rumahnya. Melainkan di tempat saudaranya yang jaraknya tidak terlalu jauh.

“Itu kepala naga yang digunakan waktu festival kemarin. Badannya saya titipkan di halaman tetangga.

Tidak cukup kalau diletakkan di halaman rumah sendiri,” ucap Fauzan sambil menunjuk ‘kepala naga’ yang tergeletak di kursi kayu.

Di ruangan yang dindingnya belum diplester tersebut, Fauzan terus bekerja. Tangannya merekatkan potongan-potongan spon hati warna hitam ke kepala manekin. Membentuknya menjadi bentuk mahkota.

“Ada warga Jombang yang pesan, mau sewa. Ternyata jumlah kostum prajurit kurang. Karena itu bikin lagi,” jelas pria 35 tahun ini.

Sambil kedua tanganya melanjutkan pekerjaan, Fauzan bercerita. Bahwa usaha pembuatan kostum karnaval ini baru dia mulai satu tahun lalu. Sebelumnya, bungsu dari empat bersaudara ini adalah perajin ogoh-ogoh. Tepatnya mulai 2021.

Ogoh-ogoh buatannya itu untuk kepentingan festival.

“Awalnya membuat ogoh-ogoh bentuk gajah. Kemudian sapi. Semuanya mendapatkan juara,” kenang laki-laki kelahiran 1989 tersebut.

Yang layak mendapat acungan jempol, material pembuatnya didominasi dari bahan daur ulang, dari barang bekas. Misal, kerangkanya dari bambu.

Sedangkan lapisan luar memanfaatkan kardus bekas yang dilapisi cat. Namun, hasil akhirnya sangat bagus.   

Terbaru, dia membuat patung naga. Kerangka dari makhluk mitologi itu paduan dari kayu mahoni dan bambu. Perbandingannya 30 pesen mahoni dan 70 persen bambu apus.

“Dua bahan itu banyak tersedia di sini. Jadi, ndak perlu beli,” ucapnya memberi alasan mengapa menggunakan dua material tersebut.

 “Sedangkan kardus bekas dikumpulkan dari sumbangan warga. Totalnya ada sekitar 100 kardus lebih,” lanjut Fauzan.

Barulah ketika membuat kepala naga materialnya dari bahan yang dibeli. Sebab, dibuat dari spon hati. Lembaran-lembaran spon hati itu juga terlihat berserakan di lantai rumah saat itu.

Meskipun dengan bahan yang ‘seadanya’ Fauzan bisa menciptakan naga sepanjang tujuh meter itu mirip dengan yang Digambar-gambar. Setelah dia melakukan dalam waktu 1,5 bulan.

Cerita menarik juga terjadi ketika dia mengawali pembuatan kostum karnaval. Yang pertama dia buat adalah berbentuk robot transformer. Bahannya, dari kardus bekas!

“Tapi ternyata mudah rusak. Akhirnya ganti ke spon hati,” kenangnya.

Dalam membuat aneka kostum karnaval itu Fauzan hanya memiliki panduan video di media sosial. Tanpa melihat contoh kostum jadi.

Tapi, dia sudah mampu melakukan pecah pola. Serta menghasilkan karya yang sangat bagus.

Menariknya lagi, Fauzan selalu menyertakan nuansa Indonesia di karyanya. Meskipun wujudnya dari karakter luar negeri.

Seperti memberi hiasan ukiran Jepara di sabuk. Atau juga corak kotak hitam putih agar bernuansa Bali.

Semua proses produksi itu dia lakukan secara manual. Seperti untuk melenturkan bahan sebelum ditempel, dia masih menggunakan korek api. Meskipun punya hot-gun, ternyata daya Listrik di rumahnya tak mencukupi.

 “Satu kostum biasanya butuh sekitar 20 korek gas,” terang Fauzan, yang tangannya sering terselomot, atau terkena bara api ini.

Toh, semua upaya itu dia anggap sepadan dengan hasil yang dia dapatkan. Dalam dua bulan, dia bisa mendapat uang Rp 4 juta lebih.

Karena penyewanya terus berdatangan. Bahkan, harus mengantre karena terbatasnya koleksi kostum yang dia miliki. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #daur ulang #jawapos #perajin kostum karnaval