KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemdes Keling sangat peduli dengan kenyamanan warganya. Hal tersebut terlihat dari program perbaikan jalan. Pada tahun ini setidaknya ada enam ruas jalan yang diperbaiki.
Keling adalah salah satu desa di Kecamatan Kepung. Desa ini memiliki banyak jalan utama dan jalan kecil.
Semua sangat penting sebagai sarana transportasi warga. Untuk itu pemerintah desa meningkatkan kualitas jalan dengan melakukan perbaikan.
“Pada tahun ini ada enam titik atau ruas jalan yang dilakukan perbaikan,” jelas Kepala Desa Keling Imam Fatoni.
Iman menjelaskan bahwa peningkatan kualitas jalan ini sudah dilakukan sebelum Agustus. Diharapkan akan selesai sebelum musim penghujan datang.
Pembangunan saat musim hujan selain tidak efisien juga akan mempengaruhi kualitas proyek.
“Perbaikan jalan ini ada yang berupa paving, juga ada yang berupa hotmix,” imbuhnya.
Pria 44 tahun ini menjelaskan ruas jalan yang diperbaiki lokasinya ada di beberapa titik.
Di Dusun Jegles ada satu lokasi, Dusun Ringinagung ada dua lokasi, Dusun Kecik ada dua lokasi, dan Dusun Bukaan satu lokasi.
Sebelum dilakukan perbaikan, kondisi jalan di masing-masing dusun tersebut beragam. Seperti jalan di Dusun Ringinagung ini sebenarnya sudah berupa aspal.
Namun karena pembangunan sudah lama, aspalnya sudah banyak yang terkelupas. Kondisi tersebut membuat tidak nyaman warga untuk beraktivitas.
“Kalau di Dusun Kecik ini sudah dipaving namun kondisinya juga sudah rusak parah,” kata Fatoni.
Selain memperbaiki jalan yang sudah rusak. Pemdes juga membangun jalan baru.
Lokasinya berada di Dusun Kecik dan Ringinagung. Jalan baru tersebut berupa jalan paving.
Dengan adanya perbaikan dan pembuatan jalan baru, diharapkan masyrakat akan semakin nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.
Berambang Gorengnya Terjual hingga ke Jakarta dan Denpasar
Di Desa Keling terdapat beragam pelaku UMKM. Salah satunya adalah Satian Aldi Rendyanto yang menggeluti pembuatan berambang goreng.
“Sebelum mengembangkan usaha di sini, saya sudah sempat produksi di Tangerang,” jelas Rendy tentang usaha bernama Srikandi Bawang Merah itu.
Bisnis bawang merahnya di Tangerang itu berjalan antara tahun 2016-2017. Hanya saja saat itu dia terkendala bahan baku.
Namun, saat itu bisnisnya tersebut belum menjadi mata pencaharian utama.
“Kemudian sekitar dua tahun yang lalu saya pindah ke desa ini dan memulai usaha bawang merah goreng ini lagi,” kenangnya.
Dalam satu minggu, pria 34 tahum ini membutuhkan 70 kilogram bawang merah segar. Nantinya, itu akan menjadi 14 kilogram berambang goreng.
Rendy mendapat bahan baku dari Sukomoro, Kabupaten Nganjuk dan Desa Sekoto, Kecamatan Badas.
Rendy juga memberdayakan warga sekitar. Dia mempekerjakan mereka sebagai pengupas bawang merah.
“Pemasaran bawang merah goreng ini lebih ke luar kota,” ungkap bapak anak tiga tersebut. Mulai dari Jakarta, Solo, Bekasi, Semarang, Jember hingga Denpasar.
Produk buatannya ini sudah memiliki logo halal. Untuk harga mulai Rp 25 hingga Rp 35 ribu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah