KEDIRI, JP Radar Kediri- Berada di lereng Gunung Kelud, sektor pertanian dan perkebunan di Desa Ngancar sangat potensial.
Salah satu tanaman yang paling subur ditanam di sana adalah buah nanas. Komoditas nanas melimpah di Desa Ngancar.
Potensi itupun berusaha dimanfaatkan betul oleh warga setempat. Salah satunya dengan mengolahnya menjadi minuman sari nanas.
Bahkan, tidak hanya sampai di sana. Limbah sisa pengolahan nanas itu dimanfaatkan menjadi produk yang ekonomis. Oleh karena itu, pemdes kerap mengadakan pelatihan.
Kasun Puhrejo Ahmad Basuki mengatakan bahwa tujuan pelatihan tersebut agar warga mengetahui cara pengolahan semua bagian buah nanas.
“Dengan diadakannya pelatihan, warga dapat mengetahui semua fungsi tersebut,” ujarnya.
Mengetahui adanya pelatihan tersebut membuat banyak warga tertarik. Hanya saja, jumlah peserta pelatihan tersebut terbatas.
Warga yang mengikuti pelatihan dikumpulkan terlebih dahulu untuk diberi materi.
Di sana warga diberi kertas silabus tentang kegunaan nanas. Kulit nanas dimanfaatkan menjadi bahan pupuk.
Ampas buah digunakan sebagai bahan pengempuk daging. Lalu, daun nanas dijadikan bahan baku kertas.
“Rupanya untuk kertas nanas banyak diminati oleh perajin lokal karya,” kata Basuki. Tidak hanya pembekalan secara materi.
Peserta juga diberikan pelatihan praktik. Salah satunya pembuatan sari nanas dan olahan dodol.
Kembangan Budidaya dan Pembenihan Varietas Queen sejak 2012
Perkebunan nanas di Desa Ngancar sangat mudah ditemukan. Salah satunya adalah lahan milik Ahmad Basuki. Di sana, dia juga mengembangkan varietas nanas Queen.
“Untuk budidaya nanas ini sudah lama. Namun kalau pengembangan pembenihan mulai tahun 2012,” terang pria yang kerap dipanggil Basuki.
Awalnya dia mengembangakan varietas queen. Seperti yang diketahui bahwa nanas queen merupakan salah satu varian asli Gunung Kelud.
Namun, seiring berjalannya waktu dia mulai menambah varietas. “Selain ada varietas queen juga ada PK 1 dan PK2,” ucapnya.
Basuki mengungkapkan perawatan tanaman menjadi salah satu kunci agar nanas berproduksi maksimal.
Menurutnya, banyak petani yang salah dalam melakukan proses pemupukan. Padahal proses tersebut sangat mempengaruhi rasa nanas nantinya.
Meski tanaman segala musim, nanas juga memiliki kelemahan. Sama halnya seperti tanaman buah lainnya.
Ketika musim hujan, kadar air yang tinggi membuat buah cepat mengalami pembusukan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah