KEDIRI, JP Radar Kediri- Sugihwaras merupakan salah satu desa yang berada di kaki Gunung Kelud.
Tak ayal, potensi wisata di sana cukup tinggi. Kelebihan tersebut secara tidak langsung mendongkrak sektor UMKM setempat.
Berada di kawasan wisata membuat perekonomian di Desa Sugihwaras ikut terangkat.
Alhasil, iklim usaha di sana tumbuh subur. Banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan keuntungan tersebut.
Salah satunya adalah Samidi. Bersama istrinya, dia menggeluti pembuatan keripik jamur. Usaha tersebut dirintis sejak 2013 silam.
“Waktu buka pertama pada saat itu hanya bermodal jamur kuping masih mentah,” ujarnya.
Jamur mentah tersebut kemudian diolah menjadi keripik. Produk tersebut dijual secara asongan atau kaki lima.
“Sebelum membuka toko ini, untuk jualan masih berupa kaki lima,” cerita Samidi.
Awal pertama berjulan tidak semulus sekarang. Banyak tantangan yang dihadapi oleh keduanya.
Seiring waktu berjalan, produk mereka menjadi banyak dikenal warga. Bahkan, kini mereka dipercaya menjadi supplier salah satu swalayan di Kota Kediri.
Tahun demi tahun, usaha tersebut kian berkembang. Pada awal 2018, Samidi dan istrinya membuka toko yang diberi nama Kepoo.
Usaha tersebut berjalan hingga saat ini. Di toko tersebut, tidak hanya menjual produk buatan sendiri.
Namun juga ada beberapa produk lainnya yang dititipkan di toko tersebut.
Geluti Kerajinan Tangan Tas Rajut dari Tali Kur
Usaha ini digeluti oleh Cutin Agustina. Perempuan 30 tahun itu menggeluti pembuatan tas rajut dari tali kur.
“Selain tas juga ada dompet dan gantungan kunci,” jelas perempuan yang akrab disapa Agustina tersebut.
Di rumahnya yang berada di Dusun Mulyorejo, Agustina memperlihatkan karya-karyanya.
Baik tas, dompet, dan gantungan kunci tersebut menjadi oleh-oleh asal desanya. Selain dijual di gerai UMKM desa, dia juga menjual secara online.
“Sebelum dikembangkan seperti saat ini, awalnya yang pesan hanya tetangga saja,” tuturnya.
Usaha ini berawal dari bisnis tas rajut milik kakaknya. Lantas dia mulai belajar membuat tas rajut.
Untuk belajar membuat tas rajut, dia membutuhkan waktu hanya empat jam saja.
Terkait proses pembuatan, satu tas dapat memakan waktu empat hari. Itupun untuk membuat tas yang ukuranya besar.
Harapannya, ke depan dia dapat memiliki pegawai. Sehingga dapat lebih produktif.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah