KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Bobang terdapat sebuah industri rumahan yang sudah berjalan puluhan tahun. Usaha tersebut adalah pembuatan kerupuk mentah atau krecek. Usaha tersebut digeluti oleh Mohamad Yasin.
Usaha ini telah digeluti oleh Yasin sejak awal 2000-an silam. Tepatnya pada 2002. “Sekarang sudah berjalan sekitar 22 tahun,” jelasnya.
Dia membuka usaha ini karena keinginannya membantu meningkatkan ekonomi tempat tinggalnya. Mengingat, dia sudah memiliki bekal ilmu sebelumnya.
Bekal tersebut didapatkan dari pengalamannya menjadi karyawan di industri pembuatan kerupuk.
“Saya pernah jadi pengolah bahan kerupuk dan pemasaran masing-masing tiga tahun.
Yang paling lama adalah bagian goreng kerupuk, itu sudah sepuluh tahun,” terang Yasin.
Dalam menggeluti usaha ini, Yasin merasakan banyak tantangan. Apalagi saat memasuki musim penghujan.
Sinar matahari yang terbatas membuat kreceknya menjadi lebih lama untuk kering.
Saat hujan untuk pengeringan menggunakan mesin pengering. Sedangkan saat kemarau bisa dijemur di bawah sinar matahari.
Namun kendala tersebut tidak membuatnya menyerah. Dia dari awal sudah punya niat untuk mengembangkan usahanya tersebut.
“Kalau saya menyerah dan tak meneruskan, kasihan pekerja saya. Mereka sehari-hari mendapat penghasilannya dari sini,” kata pria berusia 52 tahun tersebut.
Saat ini Yasin telah memiliki karyawan sebanyak sebelas orang. Delapan pekerja adalah ibu-ibu.
Sisanya pemuda desa tiga orang. Dia turut berperan mengurangi pengangguran di Desa Bobang.
Kepala Desa Bobang Yatiran Ingin Sejahterakan Warga melalui Program Kesehatan
Tak hanya ingin membuat warganya sejahtera. Yatiran juga ingin mengajak warganya hidup sehat. Alhasil, dia banyak membuat program untuk menunjang cita-cita tersebut.
“Kalau badan ini sehat kan mau aktivitas dan kerja pun jadi semangat,” jelas pria berumur 60 tahun tersebut.
Di desanya, Yatiran telah menggagas Poskesdes. Dari sana dia berharap bahwa warga bisa memanfaatkanya secara maksimal.
“Salah satu tujuan kami mendirikan Poskesdes gratis biar mudah mendapat akses kesehatan,” terangnya.
Jika ada yang mengeluh sakit atau butuh obat, bisa langsung datang. Tidak dipungut biaya.
Memang tekad yang telah tertanam pada diri Yatiran benar-benar kuat. Dia mengaku senang kalau melihat warga desanya hidup sehat sejahtera.
“Saya sangat senang apabila melihat warga saya sehat dan semangat dalam bekerja,” ungkap Yatiran.
Selain Poskesdes yang telah berjalan dua tahun ini, Yatiran juga telah menyiapkan bengkok miliknya. Rencananya itu akan digunakan sebagai tempat pembuangan sampah (TPS).
Kades yang hobi bertani ini memang mempunyai inisiatif membangun TPS bagi warganya.
Di sana nantinya akan ada pengelolaan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Sehingga hal ini diharapkan bisa mengurangi pencemaran lingkungan yang terjadi selama ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah