KEDIRI, JP Radar Kediri- Sektor usaha di Desa Ngadi banyak menjamur. Salah satunya industri rumahan pembuatan mukena.
Penjualannya tidak hanya di Kediri dan sekitarnya saja. Bahkan, tembus hingga luar pulau Jawa.
Usaha tersebut digeluti oleh Roudlotul Hasanah dan Ahmad Saiful Huda. Pasutri asal Desa Ngadi ini memulai usaha konveksi sejak puluhan tahun lalu.
“Usaha ini sudah berjalan mulai tahun 2004 hingga saat ini,” jelas perempuan yang kerap dipanggil Ana tersebut.
Mereka membuat beragam produk fashion muslim. Namun, produksi mukena menjadi yang paling banyak diminati.
“Saya juga kebetulan suka jahit. Nggak tau ya kalo masalah kain cocok aja,” ucapnya.
Usaha mukena itu diberi nama Al Faiz. Mereka memiliki 15 karyawan yang berasal dari warga setempat hingga perbatasan Tulungagung.
“Karyawan kami campuran. Tapi mayoritas usianya sudah senja,” terang Ana kepada media ini.
Terkait usahanya tersebut, ia mengaku prihatin karena banyak kaum muda tidak tertarik untuk bergabung.
Tidak hanya itu tantangan yang dihadapi ibu tiga anak tersebut. Dia juga harus mampu melakukan inovasi dalam setiap produk mukenanya.
Di balik tantangan yang dihadapi, Ana mampu menjual produknya sampai ke luar Jawa.
“Sejauh ini mukena saya laku sampai ke Ponorogo, Jombang, Surabaya, Kediri. Se-Jatim rata,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah