Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Melongok Potensi Peternakan Ikan Lele di Desa Kedak, Semen, Kabupaten Kediri

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 1 Oktober 2024 | 02:59 WIB
BERI MAKAN: Potensi peternakan ikan lele di Desa Kedak, Semen banyak digemari warga.
BERI MAKAN: Potensi peternakan ikan lele di Desa Kedak, Semen banyak digemari warga.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Sektor peternakan tumbuh subur di Desa Kedak. Salah satunya adalah peternakan ikan lele. Usaha ini dinilai mampu memberikan banyak manfaat bagi warga setempat.

Peternak ikan lele di Desa Kedak salah satunya adalah Marjuki. Pria 62 tahun itu mengaku mencoba peruntungan dengan usahanya tersebut. “Ya saya kepingin nyoba, siapa tau untung,” ujarnya.

Awalnya, Marjuki memiliki dua kolam yang dibuat dari lubang galian di pekarangan rumahnya. Dia juga pernah membuat kolam dari terpal.

Namun itu tak lama, karena terpalnya sering jebol dan merugi. Akhirnya, Marjuki mengubah kolam terpalnya menjadi kolam beton.

Saat ini ada sepuluh kolam yang ia miliki. Dengan klasifikasi dua kolam besar dan delapan kolam kecil yang sudah dibeton.

Ukurannya 5x3 meter dengan kedalaman 1,2 meter. Marjuki juga menjelaskan bahwa ada sekitar 5 ribu ikan yang berada di kolam kecil. Lalu, ada sekitar 10 ribu di kolam besar.

Marjuki sekarang fokus bisnis ikan lele pancingan. Karena menurutnya lebih menguntungkan dan satu ekor ikan beratnya bisa mencapai setengah sampai satu kilogram.

Sebelum beralih ke pancingan, awalnya Marjuki pernah mencoba bisnis ternak ikan lele konsumsi.

Tapi, keuntungannya tidak maksimal. Perbedaan keuntungan sekali panen bisa mencapai 1,5 juta antara lele konsumsi dan pancingan.

Untuk merawatnya, Marjuki melakukannya sendiri. Biasanya ia memberi makan ikan lelenya dengan pelet lele tipe 781 dan kotoran ayam.

Marjuki mengaku bahwa tidak sulit untuk merawat air di 10 kolam tersebut. Justru akan lebih mudah ketika musim hujan, karena aliran air sungai kecil yang berada tepat didekat kolam akan mengalir ke kolam.

Kebutuhan penggantian air kolam lele Marjuki biasanya dilakukan tiga hari sekali jika musim hujan.

Lalu, seminggu sekali ketika musim kemarau dengan menambahkan air baru yang segar.

Budidaya Jamur Jadi Pendapatan Menguntungkan

Produksi jamur berkembang pesat di desa Kedak. Seperti milik salah satu warga setempat yaitu Fathur Rozikin Robi.

Sudah sekitar empat tahun dia dan keluarganya mengembangkan usaha budidaya jamurnya tersebut.

“Produksi budidaya jamur di tempat ini mulai dari pembuatan media jamurnya sampai dengan penjualannya ke pasar,” terang Nurul Hidayah, adik Fathur.

Perempuan yang biasa dipanggil Yuyun ini menerangkan bahwa media yang dibuat dari gergaji kayu.

Dengan dibudidayakan di tempat yang lembab, setiap harinya dia dan kakaknya bisa memanen lima hingga sepuluh kilogram.

“Keunggulan budidaya jamur ini kapan pun bisa dipanen sehingga tidak ada musim-musimnya,” ungkapnya.

Setiap harinya dia menjual jamur-jamurnya ke Pasar Semen dan selalu langsung laku. Adapun per kilogram jamurnya bisa dihargai Rp 12 ribu di pasaran.

Selain mengembangkan jamur, dia juga mengembangkan beberapa bibit sayuran. Mulai dari bibit gambas, cabe, terong, hingga sengon.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #kediri #desa #potensi #peternakan #ikan lele #semen #jawa pos