Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berdayakan Belasan Emak-Emak Desa/Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri dengan Bisnis Pia Kering

Habibaham Anisa Muktiara • Sabtu, 28 September 2024 | 03:41 WIB
ENAK: Sutiyah menunjukkan produk pia kering buatannya di Desa/Kecamatan Semen, Kediri.
ENAK: Sutiyah menunjukkan produk pia kering buatannya di Desa/Kecamatan Semen, Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- BISNIN “Usaha pia kering ini saya mulai sejak 2015 lalu,” ujar Sutiyah.

Dalam prosesnya, Sutiyah melibatkan banyak warga setempat. Sedikitnya ada 15 emak-emak yang dipekerjakan.

Semuanya tetangga sekitar. Menurutnya, setiap individu memiliki potensi dan bisa dilatih.

“Tidak ada sumber daya yang sia-sia. Semunya pasti bisa dengan belajar dan berlatih,” ucapnya.

Dulunya, dia tinggal di Kampung Pia Pasuruan. Karena itu, dia berniat mengembangkan bisnis sendiri.

“Tahun 2000-an saya dan keluarga saya pindah ke Kediri. Lalu, muncul ide untuk buat sendiri di sini,” tutur Sutiyah.

Produknya dibanderol antara Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu per kemasan. Tergantung jumlah pia di dalamnya.

“Yang bikin beda juga karna pia keringnya sebelum masuk kardus dikemas plastik dulu,” terangnya.

Tidak hanya diwilayah Kediri. Penjualan produk pia tersebut sudah sampai ke  Jakarta, Sumaetra hingga Papua.

Produk Kerajinan Batiknya Pernah Laku hingga Perancis

Usaha batik ini dikelola oleh Ermawati Dwi Retnaning dan Agus Santoso. Pasutri tersebut mendirikan galeri Aura Batik.

Tak hanya mampu menghidupi diri sendiri. Usaha tersebut mampu membantu perekonomian warga setempat sebagai tenaga kerja.

“Dengan usaha ini juga mempu memberdayakan ibu-ibu di desa kami,” jelas Agus tentang usahanya tersebut.

Batik buatannya memiliki motif yang berbeda. Dia memilih untuk mengangkat tema tentang Desa Semen dan sekitarnya.

Seperti banyaknya petani bunga rosella. Erma pun membuat motif tentang bunga rosella.

Tak hanya itu. Mereka juga memiliki motif andalan lainnya. Seperti air terjun Dolo dan erupsi gunung Kelud.

Tak hanya dijual di galerinya saja. Pasutri ini kerap mengikuti pameran yang digelar oleh Pemkab Kediri.

Tak hanya itu, mereka juga memasarkannya lewat daring. Dengan dijual secara online, pembelinya pun beragam.

Bahkan, produknya pernah diminati oleh orang dari Paris, Perancis. Setelah terjalin kesepakatan harga, batik tersebut langsung dikirim. “Saya paketkan ke Paris,” aku Agus.

Potensi ini sangat bagus untuk Desa Semen. Pasalnya, perekonomian warga jadi terdongkrak. Selain itu, batik juga dapat menjadi media promosi yang menarik.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #emak emak #kediri #kering #pemberdayaan #Belasan #perempuan #desa #PIA #bisnis #semen #jawa pos