Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Di Desa Klanderan, Plosoklaten, Kabupaten Kediri Ini Terdapat Peternakan Kelinci  hingga Olahan Kerupuk Rambak

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 26 September 2024 | 03:32 WIB
TELATEN: Rizky memberi makan kelinci di peternakan miliknya di Desa Klanderan, Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
TELATEN: Rizky memberi makan kelinci di peternakan miliknya di Desa Klanderan, Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Klanderan terdapat banyak peternakan kelinci. Salah satunya milik Rizky Bayu Dewantara. Umumnya, kelinci itu untuk kebutuhan kontes dan konsumsi.

Sedikitnya lima orang menggeluti usaha peternakan kelinci di Desa Klanderan. Seperti Rizky Bayu Dewantara.

“Sebelum terjun di dunia peternakan kelinci, saya sebelumnya beternak ayam pedaging,” jelas pria yang akrab disapa Bayu tersebut.

Dia sudah beternak ayam pedaging mulai 2014. Lalu, pada 2018, laki-laki berusia 29 tahun ini mulai mengembangkan peternakan kelinci. “Saya mencari peluang bisnis baru,” ungkapnya.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini mengatakan bahwa untuk beternak kelinci perlu banyak persiapan. Dia harus mempelajari cara perawatan.

Pasalnya, berbeda jauh dari ayam pedaging. Pada saat itu, dia tidak langsung memelihara kelinci hias. Melainkan kelinci lokal terlebih dahulu.

Sambil belajar memilihara kelinci konsumsi, dia lantas mencoba membeli kelinci kontes. “Kemudian berjarak sekitar lima hingga enam bulan beralih ke hias,” kata Bayu.

Alasan kenapa dia mengambangkan ke kelinci hias, sebab kelinci lokal yang dipeliharanya juga diberi makanan bermutu.

Pakannya tidak hanya rumput segar saja. Namun juga pelet yang terbuat dari bahan-bahan yang bernutrisi. Kini, di rumahnya ada sekitar 168 kandang. Di mana kelinci kontes ada 30 ekor. Lokalnya ada sekitar 120 ekor.

Geluti Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak dengan Cara Tradisional

Usaha pembuatan kerupuk rambak milik Umi Salamah dan Dike Efendi, suaminya sudah dikenal luas masyarakat. Permintaannya selalu tinggi.

Usaha kerupuk rambak cap Ikan Mas miliknya patut diacungi jempol. Meski baru tiga tahun berjalan, mereka masih menggunakan cara tradisional.

Padahal, banyak konsumen ingin membeli dalam jumlah besar. Mereka berasal dari Jogjakarta dan Surabaya. “Kami sesuaikan dengan kondisi yang ada di sini,” cerita Umi.

Setiap minggunya, mereka bisa memproduksi 500 bungkus. Harganya dibanderol Rp 3 ribu per bungkus. “Suami saja yang kerja untuk memasarkannya,” kata ibu dua anak itu.

Mereka membuat beberapa macam produk yang dibedakan berdasarkan harga. Mulai dari seribu rupiah, Rp 3 ribu, sampai Rp 5 ribu.

“Untuk ukuran Rp 5 ribu biasanya sudah pesanan dari toko-toko besar,” beber Umi.

Saat ini, mereka fokus melayani daerah Plosoklaten saja. Untuk produksi, lama pembuatannya tidak menentu.

Jika hujan, produknya baru bisa dikemas setelah tiga hari. Namun saat panas atau kemarau cukup satu hari saja.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #kediri #Olahan #plosoklaten #kelinci #desa #peternakan #rambak #kerupuk #jawa pos