KEDIRI, JP Radar Kediri- Literasi warga menjadi salah satu perhatian Pemdes Kayenlor.
Oleh karena itu, pemdes menyulap tempat parkir kantor desa menjadi perpustakaan. Beragam judul buku tersedia di sana.
Berbagai cara dilakukan Pemdes Kayenlor meningkatkan minat baca warganya. Salah satunya dengan memberikan fasilitas perpustakaan. Lokasinya berada di halaman kantor desa.
“Dulunya perpustakaan ini tempat parkir,” terang Kepala Desa Kayenlor Evi Kartika Widarwati.
Evi mengatakan bahwa semula ingin membuat perpustakaan di lantai dua kantor desa.
Namun, ada beberapa pertimbangan yang membuat wacana itu urung direalisasikan.
Salah satunya karena akses. Warga ingin perpustakaan dibangun di tempat paling depan.
Hingga akhirnya, pemdes menyulap tempat parkir tersebut. Sesuai harapan, warga banyak berdatangan untuk membaca.
Paling ramai menurut Evi adalah saat liburan sekolah. Banyak anak-anak kecil yang datang untuk membaca. “Kami juga kerjasama dengan sekolah-sekolah di desa kami,” ucapnya.
Perpustakaan desa tersebut diisi buku umum hingga buku cerita. Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan menambah koleksi buku di sana. Terutama buku bacaan cerita anak untuk usia dini.
“Kata penjaga perpus kami yang kerap dibaca ya buku anak. Rencananya akan kami tambah agar lebih variatif,” kata perempuan berusia 52 tahun tersebut.
Tidak hanya dapat dibaca di tempat. Buku-buku koleksi di sana juga dapat dipinjam.
Namun harus dijaga dan dirawat bukunya. “Kami ingin menumbuhkan baca. Dari ibu-ibunya dulu lalu menular ke anak hingga suaminya,” harapnya.
Gerakkan Roda Ekonomi dengan Dukung Pelaku UMKM
Ada beberapa program unggulan di Desa Kayenlor. Salah satunya adalah pengembangan perekonomian warga.
Hal itu dilakukan dengan mendukung para pelaku UMKM setempat. Tercatat, ada belasan pedagang yang memiliki produk unggulan.
Penjualannya pun tidak hanya di Kediri saja. Sudah tembus ke luar kota. Bahkan, luar pulau.
“Kebanyakan bergerak di produk makanan,” Kepala Desa Kayenlor Evi Kartika Widarwati.
Bisnis tersebut mulai dari jajanan kue basah, nasi kotak, dendeng ontong hingga jenang pisang khas Desa Kayenlor.
“Kalau ada pameran UMKM Disperindag Kabupaten Kediri, kami selalu mengirimkan delegasi,” tuturnya.
Tak hanya kerap diundang pameran di tingkat kabupaten. Warga setempat ada yang menjadi langganan diundang pameran UMKM tingkat provinsi.
Dia adalah Diah Srikandi. Diah terkenal dengan masakan andalannya. Yaitu dendeng ontong pisang dan jenang pisang.
Lebih jauh, pemdes kerap memberikan pelatihan keterampilan kepada warga setempat. Seperti pelatihan memasak.
“Setelah pelatihan tak jarang warga buka usaha kecil-kecilan di rumah mereka. Lalu hasilnya mereka jual di Pasar Bogo yang dekat dengan kami,” ucap ibu dua anak tersebut.
Beberapa warga yang mengikuti pelatihan beberapa ada yang sukses. Seperti usaha catering milik Dwi Ratna Sofia.
Dia awalnya hanya melayani nasi kotak. Namun, usai mengikuti pelatihan akhirnya bisa membuat kue basah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah