Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kirab dan Gerebek Gunungan Hasil Bumi di Desa Jarak, Plosoklaten, Kabupaten Kediri Selalu Ramai Pengunjung, Begini Keseruannya

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 19 September 2024 | 23:55 WIB

 

TUMPAH RUAH: Kirab dan gerebek gunungan hasil bumi di Desa Jarak, Plosoklaten, Kediri selalu dipadati pengunjung.
TUMPAH RUAH: Kirab dan gerebek gunungan hasil bumi di Desa Jarak, Plosoklaten, Kediri selalu dipadati pengunjung.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Jarak memiliki tradisi unik untuk merayakan Suroan.

Kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan desa. Selain kirab budaya, warga juga berebut gunungan hasil bumi. Bahkan, siraman di tengah sumber Ubalan.

Peringatan Suroan di Desa Jarak selalu sukses menarik minat masyarakat. Tak hanya warga setempat.

Pengunjung rela datang jauh untuk menikmati keseruan kirab budaya di sana. Tak hanya pawai biasa. Rombongan juga mengarak gunungan hasil bumi.

Nantinya, gunungan tersebut diperebutkan oleh warga. Puncaknya, pengunjung bisa bermain air di sumber Ubalan.

“Ratusan warga desa kompak mengikuti kegiatan suroan,” cerita Kepala Desa Jarak Mohammad Toha.

Dia bercerita bahwa warganya sangat gembira dan antusias berebut gunungan. Sumber Ubalan dilambangkan sebagai sumber kehidupan warga yang mayoritas petani.

Mereka juga meyakini dengan mendapatkan hasil bumi dari gunungan maka akan mendatangkan berkah.

Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun. Kegiatan ini merupakan wujud syukur atas sumber air yang berlimpah.

Sehingga dapat mengairi sawah dan ladang. Meskipun di musim kemarau seperti saat ini.

Bahkan, sumber air ini juga mengairi beberapa desa di Kecamatan Plosoklaten dan Gurah.

Selain itu, kegiatan ini juga wujud syukur atas hasil panen selama setahun yang melimpah.

“Acara ini sebagai bentuk syukur kepada Tuhan dan juga bentuk pengharapan agar hujan segera turun. Sehingga air di sumber Ubalan tidak surut,” tandasnya.

Baca Juga: Duka Keluarga Reyhan, Pelajar SMAN 8 Kota Kediri yang Jadi Korban Ombak Pantai Dlodo Tulungagung

Dalam Sebulan Mampu Produksi Puluhan Blangkon

Di Desa Jarak terdapat warganya yang memiliki usaha kerajinan pembuatan blangkon. Dia adalah Supari. Dalam satu hari, dia bisa memproduksi tiga blangkon.

“Dalam satu hari saya bisa membuat tiga blangkon,” cerita Supari. Sehingga dalam satu bulan, Supari dapat membuat blangkon sebanyak 70-80 buah.

Harga blangkon buatanya beragam. Mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu. Rata-rata konsumennya tidak hanya dari warga Kediri saja. Namun hingga Blitar, Tulungagung, Tuban, Bontang, Kalimantan Timur.

Sebelum menggeluti usaha tersebut, Supari merupakan seorang master of ceremony (MC).

Setiap tampil, dia selalu mengenakan pakaian berkonsep Jawa. Lengkap dengan blangkonnya.

Berawal dari itu, dia pun penasaran mengulik cara pembuatannya. Hingga akhirnya menggeluti bisnis tersebut.

“Biasanya blangkon yang saya gunakan ini beli. Namun tiba-tiba muncul ide untuk belajar membuatnya sendiri,” ungkapnya.

Untuk membuat belangkon, Supari membongkar blangkon yang dia beli. Dari situ dia menjadi tahu bentuk dan polanya.

Memang usaha tidak pernah menghinati hasil. “Sekarang usaha ini sudah berjalan sekitar empat tahun,” kata Supari.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #kediri #gunungan #Jarak #bumi #pengunjung #plosoklaten #kirab #ramai #gerebek #desa #Hasil #jawa pos