KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Wonorejo memiliki sumber mata air. Namanya adalah sumber Bulu.
Tak hanya bermanfaat untuk pengairan. Sumber tersebut juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan jadi spot wisata.
Sumber Bulu memiliki debit air yang terjaga. Meski musim kemarau, sumbernya tidak pernah habis.
“Sumber ini lokasinya berada di Dusun Beji,” jelas Kepala Desa Wonorejo Agus Setiyoko.
Agus mengatakan sumber tersebut memiliki kisah yang berkembang secara turun-temurun. Hingga akhirnya muncul sebuah tradisi mengambil air dalam rangka suroan.
“Sumber ini memiliki air yang bersih meski saat kemarau maupun hujan,” ucap Agus.
Untuk menjaganya, pemdes bersama warga rutin melakukan pembersihan sumber. Tidak hanya menjaga kebersihannya.
Lantaran sumber tersebut tidak pernah kering, banyak anak-anak yang mandi di sana.
Bahkan konon katanya jika meminum air dari sumber dapat menyembuhkan penyakit. Bahkan, diyakini dapat membuat awet muda.
Banyaknya potensi yang bisa dikembangkan membuat pemdes tertarik menyulap sumber tersebut menjadi spot wisata.
Namun, untuk menuju cita-cita tersebut perlu banyak tahapan yang dilalui. Salah satunya berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
“Nantinya sumber ini akan dikembangkan menjadi tempat wisata yang gratis,” kata Agus.
Pihaknya optimistis dengan rencana tersebut. Pasalnya, sumber ini berada di lokasi yang strategis.
Dukung Peningkatan Produk UMKM melalui Pendampingan
Pemdes Wonorejo mendukung penuh aktivitas produksi usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Salah satunya usaha pembuatan sambel pecel. Pelaku UMKM itu adalah Supriyati, warga Dusun Sukorejo.
Berawal dari ikut pameran lokal, kini usahanya sudah di pasarkan hingga luar kota.
Seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. “Kami sangat mendukung dengan geliat UMKM di desa ini.
Setiap tahun selalu diikutkan dalam acara pameran. Baik tingkat kecamatan maupun kabupaten,” ujar Kepala Desa Wonorejo Agus Setiyoko.
Menurutnya, upaya pendampingan yang dilakukan untuk meningkatkan perekonomian warganya.
“Kami terus mendorong setiap UMKM yang ada di Desa Wonorejo,” papar pria yang tahun ini menginjak usia 53 tahun.
Secara terpisah, Supriyati pengusaha pecel mengaku senang dengan perhatian pemdes. Dia menjual produknya dalam ukuran kemasan 2 ons. “Untuk satu kemasan kami jual Rp 13 ribu saja,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Dia mengaku bahwa usaha tersebut telah dirintis sejak lima tahun terakhir. Beruntung, produknya sudah mendapatkan tempat tersendiri di hati pelanggannya.
“Saat ini, setiap minggu kami pasti mengirim sendiri ke luar kota,” tandas Supriyati.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah