KEDIRI, JP Radar Kediri- Banyak cara dapat dilakukan untuk melestarikan sebuah tradisi.
Seperti yang dilakukan oleh Pemdes Sonorejo, Kecamatan Grogol. Mereka menjadikan acara gerebek Sura sebagai agenda tahunan desa.
Acara gerebek Sura digelar Pemdes Sonorejo setiap tahunnya. Ini telah menjadi agenda rutin desa.
Perayaan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur warga. Selain itu, mereka juga ingin terus melestarikan tradisi leluhur.
Dalam acara ini terdapat beberapa rangkaian kegiatan. Selain kirab pusaka, warga juga mengarak gunungan tumpeng.
Isinya berbagai hasil bumi yang diperoleh selama setahun terakhir. Mulai dari dari buah-buahan hingga palawija. Tak ketinggalan, gunungan itu juga berisi jajanan desa.
“Kegiatan gerbeg suro ini sudah menjadi agenda tahunan desa,” jelas Kepala Desa Sonorejo H Choliq Efendi.
Acara gerebek Sura tahun ini semakin seru. Pasalnya, ditambah dengan pertunjukan kesenian jarang kepang, mayoret, dan kesenian tradisional.
“Dengan kegiatan ini dapat mengingatkan kita untuk senantiasa bersyukur,” ucap pria yang akrab disapa Choliq.
Tidak hanya itu saja. Choliq berharap kegiatan tersebut tidak sampai ternoda oleh tindakan kurang terpuji.
Acara ini menjadi pengingat agar warga mempunyai hati dan pikiran yang bersih.
“Harus lebih padai menyaring berita hoax, menebar kebencian, iri maupun dengki. Karena dapat mengadu domba masyarakat,” tandasnya.
Kegiatan tersebut tidak hanya menarik minat warga desa saja. Banyak juga warga luar desa yang turut hadir menyaksikan.
Lakukan Perawatan Sumber Mata Air untuk Kelestarian Alam
Desa Sonorejo terkenal memiliki banyak sumber mata air. Beruntung, mayoritas sumber dalam kondisi terawat.
Debit airnya masih terjaga. Itu salah satunya karena warga konsisten melakukan perawatan.
“Di desa ini memang banyak sumber mata air, dan semuanya kondisinya masih mengalir airnya,” jelas Kaur Perencanaan Desa Sonorejo Aditya Maulana.
Aditya mengatakan sumber yang paling besar di sana adalah Sumber Agung. Namun, masih banyak sumber lainnya dengan ukuran di bawahnya. Seperti Sumber Gambi, Sumber Asri, dan Sumber Towo.
Oleh pemdes, Sumber Agung dimanfaatkan untuk wisata. “Untuk sumber lainya biasanya digunaka untuk mandi, mencuci pakaian, dan mengairi sawah,” imbuhnya.
Kepedulian pemerintah desa dengan adanya ketiga sumber ini cukup besar. Terbukti dengan rutin dilakukan perawatan.
Bahkan ketika ada kegiatan bersih desa, salah satu rangkaian acaranya adalah larung sesaji di empat sumber.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah