KEDIRI, JP Radar Kediri- Ada beberapa program unggulan yang dimiliki Pemdes Klepek. Salah satunya peningkatan literasi warga.
Hal itu diwujudkan dengan adanya perpustakan di kantor desa. Tak berhenti di situ, pemdes meneruskannya menjadi taman baca.
Perpustakaan tersebut sudah berdiri sejak 2017 lalu. Hingga kini, perpustakaan tersebut masih beroperasi.
Bahkan koleksi bukunya makin bervariasi. Berbagai buku bacaan anak-anak hingga dewasa ada di sana.
Animo dari warga relatif tinggi. Antusiasme itulah yang menjadi modal pemdes untuk mengembangkan perpustakaan tersebut. Hingga akhirnya pertengahan tahun ini mereka memiliki taman baca.
“Sebelum ada gazebo, warga yang membaca di sini duduknya lesehan di halaman kantor,” terang Kepala Dusun (Kasun) Banengan Arianto.
Tak ingin terus-terusan seperti itu, pemdes akhirnya mendirikan tiga gazebo. Selain menyediakan beragam buku, mereka juga memberikan layanan wifi gratis.
Wifi gratis tersebut dapat diakses oleh masyarakat Desa Klepek. Kebanyakan yang menggunakan fasilitas tersebut adalah kalangan pelajar.
“Banyak yang memanfaatkan mulai dari siswa sekolah dasar (SD) hingga mahasiswa,” urai Arianto.
Tak jarang anak-anak belajar di gazebo. Terutama yang membutuhkan koneksi internet. “Mereka belajarnya di sini sambil browsing soal-soal yang sulit. Karena juga dari sebagian warga ada yang kesulitan membeli kuota,” jelas Arianto.
Tak ada batasan waktu ketika warga mengakses wifi tersebut. Namun kebanyakan dari warga menghabiskan waktu sekitar 2 hingga 3 jam lamanya.
“Semoga dengan adanya fasilitas taman baca dan wifi gratis dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar,” harapnya.
Bentuk Karang Taruna untuk Wadahi Aktivitas Positif Pemuda
Desa Klepek memiliki karang taruna yang aktif. Tak hanya untuk mendukung kegiatan desa. Ini juga menjadi wadah pemuda agar terhindar dari hal-hal yang negatif.
Kegiatan karang taruna di sana sangat beragam. Bahkan, anggotanya memiliki inovasi membuat penerangan jalan umum (PJU).
Pasalnya, lampu yang sebelumnya dinilai kurang efisien. Hingga kini sudah ada 40 PJU yang terpasang di jalan desa.
“Pengerjaannya selama satu tahun, sampai sekarang pemasangannya secara bertahap,” jelas Kasun Banengan Arianto.
Ide tersebut berasal dari anggota karang taruna sendiri. Mereka memang berbakat. Dari awal pembuatan dikerjakan kolektif. “Desa yang menyediakan bahan baku serta upah bagi mereka,” imbuhnya.
Lampu baru PJU tersebut memiliki keunggulan dibandingkan lampu senbelumnya. Yakni memiliki cahaya yang lebih terang dan hemat listrik. “Karena ini merupakan lampu LED jadi pencahayaan lebih terang juga,” ungkap Arianto.
Ke depannya, pemasangan masih akan dilakukan. Hanya saja waktunya masih bertahap. “Semoga dengan adanya lampu PJU saat ini, Desa Klepek bisa menjadi lebih terang dan aman dari ancaman bahaya,” tuturnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah