KEDIRI, JP Radar Kediri- Banyak cara dilakukan untuk merangkul generasi muda. Seperti yang dilakukan oleh Pemdes Duwet. Mereka rutin mengadakan pertandingan pencak dor setiap tahunnya.
Pada tahun ini pemerintah Desa Duwet kembali mengadakan pertandingan pencak dor.
Kegiatan ini sudah memasuki tahun ketiga. “Ini sudah kali ketiga,” jelas Kepala Desa Duwet Gogik Hananta.
Tradisi pencak dor seakan telah menjadi ikon desa. Pertarungan di atas ring berbambu itu mendapat respons besar dari masyarakat.
Sesuai tradisi, setiap petarung akan duel satu lawan satu menggunakan tangan kosong.
Duel akan diiringi salawat dan musik jedor. Itu dilakukan untuk membakar semangat para petarung di arena.
Meskipun tanpa juara atau hadiah, jumlah petarung yang berpartisipasi tidak pernah sepi.
Acara ini juga selalu dihadiri ribuan penonton. “Setiap tahun kegiatan ini mendapat antusiasme besar dari masyarakat,” ucap Gogik.
Tahun ini pertandingan diikuti puluhan petarung yang berlaga di 25 partai utama dan 15 partai tambahan.
Bahkan, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyempatkan hadir untuk menyaksikan.
Untuk mengantisipasi terjadinya keributan, pengamanan dilakukan dengan ketat. Selain personel TNI dan Polri, pemdes juga melibatkan peran relawan.
Olah Susu Kambing Etawa Jadi Es Krim dan Susu Rasa Buah
Desa Duwet memiliki beberapa UMKM unggulan. Salah satunya usaha yang dikembangkan oleh Hari Susanto, 45, warga setempat.
Dia dikenal luas karena hasil olahan susu kambing etawa yang disulap menjadi es krim lezat.
Tak hanya itu, dia juga mengolahnya menjadi susu dengan aneka rasa buah. Dulunya, Hari hanya berternak kambing etawa untuk kontes saja.
Namun, akhirnya dia memutuskan untuk mengolah hasil susunya juga. “Kambing saya awalnya hanya diikutkan kontes saja,” jelas Hari.
Karena sering mendapat cerita sukses peternak kambing etawa, dia jadi tertarik. Akhirnya dia memutuskan untuk menjual susu kambingnya. Terlebih, kambingnya mencapai 40 ekor.
Berbagai tantangan ditemuinya saat awal memulai usaha. Salah satunya karena masyarakat kurang antusias.
Salah satu faktornya karena kemasan susunya kurang menarik. Lantaran umumnya susu kambing etawa kerap dijual per liter. Kemasannya hanya plastik biasa.
Menurutnya, hal itu kurang efisien. Alhasil, Hari memutuskan mengemasnya dalam botol.
“Istri saya juga punya ide untuk menjual susu aneka rasa dan es krim susu kambing etawa,” ujar Hari.
Inovasinya terbukti membuahkan hasil manis. Produknya banyak diminati masyarakat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah