KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Siman terdapat kelompok sadar wisata (pokdarwis) bernama Dewi Sima. Mereka yang mengelola potensi wisata di sana.
Mulai dari susur desa, wisata sejarah, edukasi pertanian, perternakan, rafting, hingga pertunjukan tari.
Pokdarwis Dewi Sima memang baru berdiri. Tepatnya pada 2023 kemarin. Namun begitu perannya sangat vital. Terutama dalam mengelola dan mengenalkan potensi wisata desa.
“Pokdarwis ini untuk mengelola destinasi wisata yang berada di Desa Siman,” jelas Ketua Pokdarwis Dewi Sima Desa Siman Harianto.
Meski baru, antusiasme warga menjadi anggota pokdarwis relatif tinggi. Pasalnya, sudah ada puluhan orang yang menjadi anggota.
Ini berbanding lurus dengan banyaknya objek wisata di Desa Siman. Mulai dari susur desa, wisata sejarah, edukasi pertanian, perternakan, rafting, hingga pertunjukan tari.
“Jadi kita sudah seting ada program jangka pendek, menengah, dan panjang,” ucap Harianto.
Karena program sudah tertata, pelaksanaannya jadi lebih mudah. Termasuk apa saja yang dapat dilakukan dalam jangka pendek dapat menunjuang program lanjutannya.
Dalam mengembangkan desa wisata, mereka memiliki tujuan. Pertama adalah meningkatkan perekonomian masyarakat. Kedua, dapat menciptakan generasi unggul untuk dapat melanjutkan cita-cita desa.
“Dari situ muncul berbagai kegiatan positif untuk menunjang wisata di Desa Siman,” kata laki-laki yang saat ini berusia 32 tahun.
Dalam upaya meningkatkan perekonomian, pokdarwis bekerja sama dengan masyarakat. Sehingga semua elemen di desa dapat satu tujuan.
“Jadi peran pokdarwis ini terkait menejemennya. Sedang pelaksanan kegiatan mencakup semua elemen desa,” terang Harianto.
Dukung Puluhan Pelaku UMKM dengan Ajak Kolaborasi
Sektor UMKM tumbuh subur di Desa Siman. Sedikitnya ada puluhan warga yang menggeluti lini tersebut. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang. Mulai dari usaha kerajinan tangan hingga kuliner.
Untuk bidang kerajinan, antara lain usaha pembuatan tas, kaos, dan kostum. Sedangkan untuk kuliner meliputi minuman herbal, dawet, getuk lindri, berambang goreng, rujak manis, telur asin, kerupuk upil, mochi, sambel pecel, nasi goreng ampok, dan nasi goreng tiwul.
“Saking banyaknya jika ada kegiatan bisa memenuhi stan,” ujar Ketua Pokdarwis Dewi Sima Harianto.
Beruntung, pemdes memiliki perhatian besar terhadap kesejahteraan warganya. Alhasil, setiap ada agenda desa, para pelaku UMKM tersebut akan dilibatkan. Seperti saat diselenggarakan bazar dan kegiatan lainnya.
"Harapannya agar semuanya bisa terdorong ekonominya," ucapnya. Dengan banyaknya event atau kegiatan yang diadakan di Desa Siman, produk UMKM juga akan dilirik banyak pihak.
“Untuk ke depannya kita akan membuat pusat oleh-oleh. Sehingga umkm warga dapat dititipkan disana,” tandas Harianto.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah