Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Emak-Emak di Desa Jagul, Ngancar, Kabupaten Kediri Dirikan Bank Sampah, Hasilnya Ternyata Menggiurkan

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 29 Agustus 2024 | 03:51 WIB

 

JAGA KEBERSIHAN: Ibu-ibu di Desa Jagul menimbang limbah barang bekas untuk bank sampah Dasa Wisma di Desa Jagul, Ngancar, Kabupaten Kediri.
JAGA KEBERSIHAN: Ibu-ibu di Desa Jagul menimbang limbah barang bekas untuk bank sampah Dasa Wisma di Desa Jagul, Ngancar, Kabupaten Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Masalah sampah selalu menjadi momok setiap desa. Namun, hal itu tidak berlaku di Desa Jagul.

Pasalnya, ibu-ibu di sana kompak mengelola bank sampah Dasa Wisma. Itu dilakukan untuk menekan limbah.

Ibu-ibu di Desa Jagul merubah sampah menjadi pundi-pundi rupiah. Mereka mengumpulkan limbah rumah tangga dalam bank sampah.

“Program ini sudah mulai jalan pada 2017 lalu,” terang Susi Adminisingih, salah seorang pengurus bank sampah Dasa Wisma.

Awal mula program tersebut karena banyak sampahnya berserakan. Tak hanya mengganggu pemandangan.

Namun juga menyebabkan permasalah Kesehatan dan kebersihan. Pasalnya, tak jarang menjadi sarang nyamuk.

Hingga akhirnya dibuatkan bank sampah tersebut. Tetapi realisasinya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Banyak tantangan dan hambatan yang dirasakan pengurus. Salah satunya menggerakkan kesadaran masyarakat.

Beruntung, para pengurus tidak mudah menyerah. “Untuk pengumpulan sampah dilakukan setiap satu bulan, di minggu pertama,” ucapnya.

Awalnya, program tersebut hanya berjalan di satu RW saja. Tetapi akhirnya RW lainnya ikut dalam program mulia ini.

Berbagai sampah yang dapat diolah disulap menjadi cuan. Seperti halnya sampah kardus bekas.

Seperti pengumpulan sampah di rumah Harianti, 38. Tidak hanya ada sampah gelas plastik dari beberapa merek minuman.

Namun juga terdapat beberapa kardus bekas. Sampah-sampah tersebut langsung ditimbang menggunakan timbangan gantung digital.

Uang yang didapat akhirnya masuk ke dalam buku tabungan. “Karena pengepul datang ke rumah-rumah maka untuk jasa dipotong sepuluh persen,” kata Adminingsih.

Uang dari hasil tabungan juga digunakan untuk beberapa kegiatan bersama. Salah satunya program jumantik.

Tidak hanya itu saja, uang tabungan itu juga dapat digunakan sebagai biaya mengganti bola lampu yang rusak.

 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #kediri #kebersihan #bank sampah #desa #limbah #ngancar #bank #jawa pos