KEDIRI, JP Radar Kediri- Kuliner bekicot sangat terkenal di Kecamatan Plosoklaten. Salah satunya warung warisan Wagiman dan Kasiem di Desa Plosokidul. Warung tersebut telah ada sejak 1977 silam.
Kini, warung tersebut dikelola oleh penerusnya. Yaitu Winarsih, 35, dan Andri Purnomo, 34. Pasangan suami istri (pasutri) itu konsisten mengelola sate dan keripik bekicot.
Lantaran sudah puluhan tahun, kuliner ini menjadi legendaris. Bahkan, menjadi salah satu kuliner khas setempat.
Menurut Winarsih, kedua orang tuanya selalu mengolah bekicot untuk dijual ke tetangganya. “Dulu masak bekicot untuk obat asma kakak saya. Alhamdulillah, setelah makan itu kok sembuh,” kata ibu dua anak tersebut.
Alhasil, kedua orang tuanya keterusan mengolah bekicot. Selain motif ekonomi, juga dimaksudkan untuk obat.
Dulu, kuliner tersebut dimasak serundeng. Lalu dikembangkan menjadi rica-rica dan sate. Bahkan kini oleh penerusnya juga diolah menjadi keripik.
“Kita banyak uji coba. Dulu sebenarnya olahan keripik sudah ada tapi tidak tahan lama,” papar Andri.
Kuliner bekicot tersebut diakui Pemdes Plosokidul memberi banyak dampak positif. Salah satunya desa menjadi ikut dikenal.
Selain itu, perekonomian warga bisa terbantu. Pasalnya, banyak warga setempat yang akhirnya menekuni usaha serupa. Seperti halnya Mila dan suaminya.
Mila menekuni usaha tersebut dari hasil warisan kedua orang tuanya. Dulu, usaha tersebut telah digeluti sejak 1990 silam.
Dia menjelaskan bahwa olahan bekicot buatannya dikreasikan menjadi sate, krengsengan dan keripik. “Kalau saya baru meneruskan dua atau tiga tahun ini,” katanya.
Sedikitnya ada sepuluh orang yang berjualan bekicot di sana. Oleh karena itu, pemdes mendukung keberadaan usaha tersebut. Pasalnya, ekonomi di desa dapat terkerek naik.
Kejernihan Sumber Kurung Merupakan Magnet Pengunjung
Tidak hanya terkenal dengan olahan bekicot. Desa Plosokidul juga terkenal dengan wisata alamnya. Masyarakat mengenalnya dengan sebutan Sumber Kurung.
“Banyak pengunjung di sini kagum melihat kejernihan Sumber Kurung,” ujar Gandu, salah satu warga pemilik warung kopi di Sumber Kurung.
Lokasi sumber ini berada di Alas Jambang. Sehingga tidak aneh jika suasananya sangat rindang.
Terlebih setelah dikelola menjadi Kawasan wisata empat tahun lalu. “Biasanya sumber ini ramai pengunjung saat akhir pekan,” ucapnya.
Pengelola berusaha tetap menonjolkan keasrian sumber ini. Mengingat terdapat beragam pepohonan berusia tua tumbuh subur di sana. Tak ayal, keberlangsung sumber jadi terjaga.
Dulunya, sumber ini dimanfaatkan untuk kebutuhan air Pabrik Gula Djengkol dan masyarakat sekitar. Sehingga dengan mudah ditemui banyak aliran pipa di kawasan tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah