Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Cara Pemdes silir, Wates, Kabupaten Kediri Jaga Kelestarian Alam bersama Karang Taruna

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 22 Agustus 2024 | 18:17 WIB

 

PENGHIJAUAN: Anggota Karang Taruna dan Perangkat Desa Silir, Kecamatan Wates melakukan penanam pohon.
PENGHIJAUAN: Anggota Karang Taruna dan Perangkat Desa Silir, Kecamatan Wates melakukan penanam pohon.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemdes Silir konsisten menggerakkan para pemuda melalui karang taruna. Banyaknya pemuda yang terlibat membuat pemdes senang. Sehingga program-program desa dapat berjalan dengan baik.

"Rencana ke depan, akan dilakukan penanaman pohon. Nantinya anggota karang taruna yang akan menanam, pemdes yang akan mengarahkan," ujar Kepala Desa Silir Muhibbulloh.

Sebanyak 500 buah bibit pohon kaki gajah dan 1000 bibit pohon pule akan ditanam. Para pemuda karang taruna siap berpartisipasi dalam acara tersebut. Bibit pohon yang hendak ditanamkan juga didapat dari sumbangan warga.

Muhibbulloh menyebut bahwa bibit pohon tersebut sudah dipersiapkan jauh hari. “Selain untuk membantu usaha warga, juga untuk membuat desa lebih asri,” ucapnya.

Tidak hanya program terkait lingkungan. Pemdes juga konsisten meningkatkan keterampilan warganya.

Salah satunya dengan memberikan pelatihan menyablon. "Baru beberapa minggu yang lalu dilakukan pertemuan untuk pelatihan penyablonan," aku Muhibbulloh.

Menurutnya, semangat dan antusias karang taruna desanya sangat tinggi. Hal itu menjadi salah satu poin plus desanya. Pasalnya, sinergi antara pemdes dan karang taruna terjalin dengan baik.

Beri Dukungan Penuh Usaha Batu Bata Merah

Batu bata merah menjadi salah satu produk unggulan dari Desa Silir. Potensi tersebut menjadi perhatian pemdes.

Berbagai dukungan dan pendampingan pun diberikan. Salah satu perajin bata merah di sana adalah Zaenal Arifin.

Pria 51 tahun menjalankan usaha tersebut cukup lama. “Usaha ini sudah berjalan kurang lebih selama 11 tahun,” kata Zaenal.

Dibantu satu orang pekerjanya, Zaenal konsisten menjalankan produksi. Bata merah buatannya biasa dijual ke Kota Kediri dan sekitarnya. “Kami per hari bisa memproduksi sampai 200 biji bata merah,” ungkapnya.

Menurut Zaenal, usaha tersebut dimulai dari orang tuanya. Namun, hanya dikerjakan oleh keluarga saja. Berbeda, kini dia telah memiliki karyawan.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kuantitas produksi. “Dulu tidak ada karyawan,” tutur Zaenal.

Sementara itu, Kepala Desa Silir Muhibbulloh mengatakan sangat mendukung geliat usaha tersebut. Menurutnya, dengan banyaknya usaha serupa akan berdampak positif bagi masyarakat dan desa.

Oleh karena itu, pihaknya kerap memberikan pendampingan bagi pelaku usaha di sana. “Kami berharap dari masyarakat muncul bibit-bibit pelaku usaha dalam bentuk yang lainnya. Kami siap memfasilitasi pendampingan usaha,” tandas Muhibbulloh.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #karang taruna #desa silir #penghijauan #pohon #desa #wates #jawa pos