Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hampir Sepanjang Gang di Desa Petok, Mojo, Kediri Jadi Produsen Getuk Pisang

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 21 Agustus 2024 | 17:16 WIB
UNGGULAN: Badiah menunjukkan getuk pisang kreasinya sebelum dipasarkan.
UNGGULAN: Badiah menunjukkan getuk pisang kreasinya sebelum dipasarkan.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Petok terdapat industri pembuatan getuk pisang. Jumlahnya tidak hanya satu-dua. Bahkan, hampir sepanjang gang di sana menjadi pelaku usaha tersebut. Potensi tersebut sangat didukung pemdes.

Di Kediri, getuk pisang dengan mudah dijumpai. Terutama di toko oleh-oleh. Ternyata, produk tersebut salah satunya dipasok oleh produsen asal Desa Petok.

“Usaha pembuatan getuk di sini sudah dilakukan secara turun-temurun,” terang Kepala Desa (Kades) Petok Agus Susanto.

Potensi tersebut ditangkap dengan cermat oleh pemdes. Mereka sangat mendukung geliat ekonomi tersebut.

Mengingat, ada banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari usaha ini. Bahkan, ada salah satu gang di sana yang kompak menjadi produsen getuk pisang.

Melihat potensi tersebut pemdes berencana membuat wadah berjualan para produsen getuk pisang. Sementara ini, penjualan masih dilakukan di rumah masing-masing warga.

Salah satu yang paling lama adalah usaha getuk pisang milik Napsiyah. Usaha tersebut sudah berdiri sejak 1972.

Saat ini, usaha pembuatan getuk pisang itu diteruskan oleh anak perempuannya, Badiah. Sejak awal, Badiah masih menjaga orisinalitas resep dan cara pembuatan yang diajarkan oleh ibunya. “Agar menjaga keaslian rasa agar tetap alami,” tandasnya.

Menurutnya, getuk pisang di Desa Petok merupakan salah satu yang terkenal di Jawa Timur. Tak ayal, banyak orang yang belajar membuat getuk pisang darinya.

Tidak hanya dari sekitar Kediri. Bahkan, dari luar kota. “Ada yang dari Lumajang, Probolinggo, bahkan Lombok,” aku Badiah.

 Baca Juga: Ini Caranya Warga Desa Rembang, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri Jual Sayur Segar hingga Raup Omzet Ratusan Ribu Rupiah

Akan Dirikan Koperasi, Tampung Produksi Tepung Tapioka Warga

Desa Petok juga terkenal akan usaha pembuatan tepung tapiokan. Para pelaku usaha ini mencapai puluhan.

Sedikitnya ada 43 produsen yang terdata hingga saat ini. Tak ayal, produksi tepung tapioka di sana sangat tinggi.

Di sisi lain, kebutuhan bahan baku juga sangat vital. Setiap harinya mereka membutuhkan 8-10 ton singkong pohon.

Sayangnya, untuk mencukupi kebutuhan itu terkadang mereka mengalami kesulitan. Bahkan, sampai harus mencari ke luar kota. “Kebutuhan kita akan singkong sangat tinggi,” urai Kepala Desa Petok Agus Susanto.

Tak jarang mereka terpaksa membeli singkong dengan harga lebih mahal. “Harga ketela memang berbeda namun tetap harus sesuai antara kualitas dan harganya,” jelasnya.

Menyadari kondisi tersebut, Agus ingin membentuk koperasi bagi para produsen tepung tapioka. “Jadi tengkulak tidak bisa menjual dengan harga seenaknya karena pembelian bahan baku menjadi terpusat di koperasi,” jelasnya.

Dan memang usaha produksi tepung tapioka ini sangat menguntungkan bagi perekonomian warga. Karena proses pembuatannya menyerap cukup banyak tenaga kerja. Dari hasil pengulitannya, didapatkan kulit singkong yang bisa dijual kembali ke penjual pakan ternak.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#oleh oleh #enak #kediri #lezat #pisang #mojo #desa petok #desa #Getuk Pisang #Getuk