KEDIRI, JP Radar Kediri- Sebagian besar warga yang menjadi penjual sayuran segar tersebut berasal dari dua dusun. Yakni Dusun Ngreco dan Mitiran. Salah satunya adalah Surini.
Perempuan yang tinggal di Dusun Mitiran tersebut memiliki sumber sayuran dari dua petani sekitar. “Ada dua petani yang menjadi langganan saya,” cerita Surini.
Surini juga mendapat sayuran dari Pasar Grosir Ngronggo. Dari sayuran yang terkumpul tersebut dijual lagi menjadi ikatan kecil-kecil. Hasil tersebut kemudian dijual ke pedagang sayur keliling.
Ada pula yang didrop di pasar tradisional dan toko-toko kelontong. “Omzet tidak pasti tapi biasanya sekitar Rp 300 ribu – Rp 750 ribu per hari,” ungkap Surini.
Dulu pernah sebagian warga memasok sayuran ke rumah sakit. Namun hal tersebut tidak lagi dilakukan. Karena pihak manajemen rumah sakit tidak lagi memperpanjang kerjasama tersebut.
“Mereka lebih senang langsung ke pasar karena bisa sekalian mencari bahan masakan lainnya seperti bumbu masak dan rempah-rempah,” urainya.
Surini pun pernah menjual sayur-sayuran ke supermarket. Hanya saja sistem pembayarannya yang dibagi per termin. Sehingga membuatnya kesulitan untuk kulakan sayuran lagi.
Jualan Permen Tape Tembus ke Supermarket
Di Desa Rembang terdapat beberapa rumah produksi permen tape. Namun, kini tinggal beberapa saja yang masih bertahan. Salah satunya milik Budi Asmoro. Usahanya tersebut telah berjalan sejak puluhan tahun.
Selama ini pria 35 tahun tersebut merasa tidak terlalu menghadapi banyak kendala. Pasalnya permen tape buatannya sudah memiliki segmentasi pasar sendiri. Yakni di pusat oleh-oleh dan supermarket.
“Di pasar dan toko kelontong banyak pesaing, tapi belum banyak yang sampai menembus supermarket,” ujar Budi.
Sedangkan yang menjadi kendala saat ini lebih pada harga bahan baku yang tidak stabil. Seperti saat mendekati hari raya. Harga gula yang cukup tinggi membuat Budi sedikit tertekan. “Harga bahan baku juga sangat mempengaruhi keberlanjutan usaha,” kata Budi.
Dengan bertahannya usaha milik Budi, masyarakat juga merasakan keuntungannya. Yakni terbukanya lapangan pekerjaan. Kini ada setidaknya 15 pekerja yang rutin melakukan proses produksi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah