Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemuda Desa Bogem, Gurah, Kabupaten Kediri Sukses Jadi Petani, Ini Caranya

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 20 Agustus 2024 | 18:20 WIB
SEGAR: Epyan, salah seorang pemuda Desa Bogem yang menggeluti sektor pertanian.
SEGAR: Epyan, salah seorang pemuda Desa Bogem yang menggeluti sektor pertanian.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Epyan Valentian merupakan salah satu petani muda yang sukses di Desa Bogem. Tidak hanya menanam bawang merah. Pria 31 tahun ini juga produktif menanam cabai. Namun untuk menjadi sukses, banyak rintangan yang dilaluinya.

Salah satunya, sempat gagal berkali-kali. Hingga banyak mengalami kerugian. “Saya mulai bertani pada tahun 2017,” terang Epyan.

Percobaan pertamanya sempat gagal. Kemudian, anak pertama dari dua bersaudara ini berusaha mencari tahu penyebabnya. “Rupanya yang membuat gagal adalah pemberian pupuk,” ungkapnya.

Namun, Epyan tidak menyerah. Dia terus berusaha. Berbagai cara dia lakukan. Demi mendapatkan hasil yang maksimal. Kerja kerasnya membuahkan hasil memuaskan.

Dari pengalaman tersebut, dia banyak belajar tentang pengelolaan lahan persawahan. Salah satunya dengan menggunakan teknik drip irrigation.

Meski lebih rumit namun banyak keuntungan yang didapat. Teknik ini dapat menghemat banyak air. Sehingga dia tidak banyak membuang air dengan percuma.

Dengan teknik tersebut, juga membuat tanaman cabainya tumbuh subur. Bahkan ketika musim panen, dia banyak mempekerjakan masyarakat sebagai buruh petik.

 Baca Juga: Profil Desa Cendono, Kandat, Kabupaten Kediri: Konsisten Rawat Sumber Air, Kembangkan Jadi Spot Wisata

Bangunkan Wadah Pelaku UMKM Berjualan

Geliat UMKM di Desa Bogem sangat beragam. Mulai dari usaha makanan hingga kerajinan tangan. Kekayaan tersebut menjadi salah satu keunggulan di sana. Gayung bersambut, pemdes memberi perhatian besar.

Pemdes melihat potensi tersebut sebagai nilai plus. Oleh karena itu, pemdes memberikan ruang lebih. Pemdes berencana menyediakan fasilitas untuk menampung produk pelaku UMKM di sana.

“Ini desa mulai membuatkan fasilitas nantinya untuk menampung tempat penjualan produk umkm,” ujar Kepala Desa Bogem M. Samsodin.

Fasilitas tersebut berbentuk bangunan untuk wadah pelaku UMKM menjajakan produknya. Samsodin menerangkan bahwa konsepnya bakal mengadopsi swalayan. Harapannya, wadah tersebut mampu menjadi jujukan warga untuk berbelanja.

“Tahun 2024 ini nanti finishing. Setelah sarana dan prasarana tersebut jadi kemudian baru dibentuk bumdes,” kata Samsodin.

Beragam produk yang masuk ke sana diharapkan mampu naik kelas. Mulai dari produk makanan hingga kerajinan tangan. Terlebih, Sebagian produk UMKM tersebut sudah pernah mengikuti pameran yang diadakan Pemkab Kediri.

Tidak hanya memberikan wadah menjajakan produk. Pemdes juga pernah memfasilitasi pelaku UMKM di sana dengan workshop. Salah satunya tentang cara pemasaran.

“Saya ingin produk-produk unggulan di Desa Bogem memiliki tempat yang representatif. Ini bentuk upaya pemdes membantu UMKM,” tandas Samsodin.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #petani #radar #kediri #pertanian #cabai #sukses #petani muda #desa #pemuda #bawang merah #jawa pos #Desa Bogem #gurah