Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Cendono, Kandat, Kabupaten Kediri: Konsisten Rawat Sumber Air, Kembangkan Jadi Spot Wisata

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 19 Agustus 2024 | 18:39 WIB
POTENSI DESA: Salah seorang perangkat berbincang dengan petani di sumber air Desa Cendono, Kandat, Kediri.
POTENSI DESA: Salah seorang perangkat berbincang dengan petani di sumber air Desa Cendono, Kandat, Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Cendono terdapat sebuah sumber air yang memiliki debit cukup deras. Dengan adanya potensi tersebut pemdes berencana memanfaatkannya untuk jadi spot wisata.

Sumber air tersebut sudah ada sejak lama. Sumber ini bermanfaat besar bagi warga setempat. Mulai dari mencuci baju hingga mengairi lahan persawahan.

“Meski hanya kecil namun banyak anak-anak ikut mandi ketika ibu mereka sedang mencuci pakaian,” terang Kepala Desa Cendono Suprianto.

Menurut Suprianto, pada tahun 1971 pernah dilakukan penggalian oleh pemdes. Dulunya, lokasi tersebut diduga terdapat kandungan emas. Namun, setelah dilakukan penggalian, hanya kuningan yang didapat.

Penggalian terus dilakukan hingga kedalaman 124 meter. Tak lama setelah itu keluar air dengan derasnya. “Jadi ini bukan disedot namun airnya yang keluar,” ucap Suprianto.

Sumber itu tetap dipertahankan hingga sekarang. Meski memasuki musim kemarau, airnya tidak pernah habis. Tetap mengalir terus. Saking bersihnya, beberapa warga juga mengonsumsi air tersebut. Salah satunya untuk kebutuhan memasak di rumah.

Dengan adanya sumber air tersebut pemdes berencana untuk mengembangkan kawasan sekitar sumber. Yakni dengan menjadikannya spot wisata. Tidak hanya akan ada tempat pemandian namun juga tempat pemancingan.

“Nanti rencana ke depannya akan dibangun tempat wisata. Nanti akan dikelola oleh bumdes,” tutur Suprianto.

 

Desa yang Dikenal Luas Jadi Sentra Penghasil Gula Merah

Mayoritas lahan pertanian di Desa Cendono ditanami tanaman tebu. Karena itu, sejak 1970-an banyak tumbuh industri gula merah di sana.

Tak ayal, Desa Cendono kini menjadi salah satu sentra penghasil gula merah. Sedikitnya ada tujuh tempat produksi gula merah di Desa Cendono.

“Salah satunya adalah milik saya sendiri,” ujar Kades Cendono Suprianto. Menurutnya, keberadaan pabrik gula tradisional tersebut sudah sejak lama. Bahkan sejak puluhan tahun lalu.

Menurut Suprianto, keberadaan pabrik-pabrik gula tersebut sangat mendukung perekonomian warga. Pasalnya, industri tersebut banyak menyerap tenaga kerja.

“Di tempat saya saja ada 10 orang warga yang kerja,” tutur pria yang menjabat kepala desa sejak tahun 2013 lalu tersebut.

Baca Juga: Profil Desa Putih, Gampengrejo, Kabupaten Kediri: Pemdes Ajak Manfaatkan Lahan, Kompak Gencarkan Program Mina Padi

Selain itu, bahan baku tebu juga didapat dari lahan pertanian warga sekitar. Itu pun masih kurang. Sehingga mereka masih harus mencari dari luar desa.

Mereka tidak memasarkan sendiri gula merah tersebut. Pasalnya, sudah ada tengkulak yang membeli langsung. Gula produksi itu biasanya dijual hingga Sragen, Wonogiri, dan Solo.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kandat #radar #kediri #pertanian #ekonomi #umkm #SUMBER #cendono #desa #jawa pos