Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Kegigihan Muhammad Rasya, Siswa SD Islam Al Huda Kediri yang Meraih Medali Perak SIMSO di Bangkok Thailand

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 19 Agustus 2024 | 17:18 WIB

JUARA: Muhammad Rasya (kiri atas) menunjukkan medali merak yang didapat di ajang Siam International Math and Science Olympics (SIMSO) di Bangkok, Thailand.
JUARA: Muhammad Rasya (kiri atas) menunjukkan medali merak yang didapat di ajang Siam International Math and Science Olympics (SIMSO) di Bangkok, Thailand.

JP Radar Kediri- Suasana aula SD Islam Al Huda 2 pada Jumat (16/8) pagi lalu riuh rendah. Puluhan siswa bergerombol di sana saat jam istirahat. Sebagian lainnya asyik berlari dan bermain sepak bola di dekatnya.

Di antara puluhan siswa itu, Muhammad Rasya Athaya Al Karim terlihat asyik berbincang dengan teman-temannya. “Teman-teman (di aula, Red) ingin melihat saya di wawancarai,” kata bocah yang akrab disapa Rasya ini sembari melirik puluhan teman-temannya yang bergerombol di aula.

Seolah tak terganggu dengan keramaian di dekatnya, mulut mungil bocah yang duduk di bangku kelas VI ini dengan santai menceritakan keikutsertaannya di ajang Siam International Math andScience Olympics (SIMSO) pada 9-12 Agustus lalu.

Olimpiade sains memang bukan hal baru bagi anak berusia 11 tahun itu. Namun, untuk tingkat internasional, SIMSO adalah pengalaman pertamanya. Tak ayal, dia tak mau setengah-setengah dalam melakukan persiapan.

Baca Juga: Sosok Diska Rufa Misana, dari Lifter Angkat Besi Kini Jadi Pelatih di Usia Muda

Meski sudah lebih dari sepuluh kali mengikuti olimpiade, Rasya sadar benar jika lomba kali ini tidaklah enteng. Sangat berat. “Saya dapat info tentang SIMSO ini pada Juni kemarin,” lanjut Rasya tentang informasi lomba yang didapat dari Dian Rachmania, sang ibu.

Pemuda yang sebelumnya tak lolos dalam seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) langsung menggeber persiapan untuk mengikuti lomba tingkat internasional itu.

Dia semakin bersemangat karena tidak hanya orang tua saja yang mendukung. Melainkan, guru-guru di sekolah memberikan support secara penuh. Sesuai judul lomba, dia menggeber pembelajaran materi untuk astronomi, fisika, kimia, biologi, dan tentang kebumian.

“Awalnya saya belajar khusus materi ini selama dua jam setiap harinya,” kenang Rasya sembari menyebut dia didampingi guru dari bimbingan belajar dan guru privat. Tak hanya memusatkan pikiran pada pelajaran-pelajaran yang dilombakan.

Baca Juga: Inilah Sosok Widhi Mosakajaya, Kepala Kantor Imigrasi Kediri yang Punya Puluhan Anak Asuh

Rasya melupakan sejenak kesenangan-kesenangannya. Termasuk menahan diri untuk tidak bermain Roblox dan Free Fire, dua game kesukaannya. Jika ada waktu yang tersisa, digunakannya untuk beristirahat. Seperti halnya babak penyisihan O2SN, Rasya tidak bisa langsung melenggang ke babak final SIMSO yang digelar di Bangkok, Thailand. Melainkan dia harus mengikuti penyisihan lebih dulu secara online.

Di babak ini, semua pelajar dari Indonesia baik tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) mengerjakan soal secara online. Rasya harus bisa menyelesaikan 30 soal dalam waktu 90 menit.

Seperti halnya pengerjaan soal online lainnya, Rasya sempat berdebar-debar karena sistemnya sempat macet. “Selama pengerjaan kemarin ada macet, terus server-nya error,” keluhnya. Beruntung, meski sempat ada kendala dia bisa menyelesaikan pengerjaan soal sebelum waktu habis.

Seminggu berselang, namanya masuk dalam daftar siswa yang lolos. Keresahannya selama mengikuti babak seleksi pun seolah terbayarkan. Rasya menjadi salah satu perwakilan Kota Kediri yang berangkat ke Bangkok.

Baca Juga: Sosok AKP Bowo Wicaksono, Kapolsek Plemahan yang Update Guyonan ala Anak Muda

Begitu lolos seleksi, Rasya menambah banyak volume belajarnya. Yang semula hanya dua jam menjadi empat jam setiap harinya.

Agar tak bosan, dia berusaha belajar dengan enjoy. Sedikitnya selama satu bulan, penggemar klub bola Juventus ini praktis tak berhenti belajar. Hal yang sama dilakukan saat dia berada di Bangkok, Thailand pada 9-12 Agustus lalu. Didampingi sang ibu, Rasya berada di Bangkok selama lima hari.

Mengikuti lomba di International Champions in Education (ICE), Rasya tidak hanya bersaing dari peserta dari Indonesia. Melainkan juga dari Singapore, Thailand, Filipina, Laos, Kamboja, Singapura. Kemudian, dari Myanmar, India, Hongkong, Taiwan, Tiongkok, Vietnam, Macau, dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Sosok Dua Bersaudara, Adeeba Izah dan As Syahsyah, Atlet Catur Belia Asal Kota Kediri

Dia bersyukur bisa mengerjakan 30 soal dalam waktu 90 menit. Saat diumumkan sehari berselang, dia berhasil mendapat medali perak. “Alhamdulillah mendapatkan medali silver,” tutur Rasya dengan senyum mengembang.

Terpisah, Kepala SDI Al Huda 2 Festi Nurul Hidayati ikut bangga dengan prestasi yang didapat Rasya. Menurutnya, selama ini sekolah dan para guru juga mendukung penuh Rasya lewat ekstrakurikuler mata pelajaran setiap Jumat. “Jadi kami ada kelas masuk di ekstra ada science, matematika, dan seni,” ungkap Festi terkait keikutsertaan Rasya di kelas science.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #olimpiade #peraih medali #Bangkok Thailand #kegigihan #siswa sd #jawa pos